PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar rapat koordinasi penyaluran dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons atas antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa waktu terakhir.
Rapat yang berlangsung di Ruang F.A.D. Pati Anom, Lantai 2 Kantor Bupati Kobar, Rabu (29/7), dipimpin langsung oleh Bupati Hj. Nurhidayah dengan melibatkan PT Pertamina Patra Niaga serta pengelola SPBU se-Kobar.
Rapat tersebut dihadiri perangkat daerah terkait, Sales Branch Manager II Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga (Persero) Lucky Harianto, serta para pimpinan SPBU.
Pertemuan itu bertujuan mengidentifikasi penyebab antrean BBM sekaligus merumuskan langkah strategis agar distribusi energi kepada masyarakat dapat berjalan lancar dan pelayanan di SPBU semakin optimal.
Bupati Nurhidayah mengatakan rapat koordinasi digelar sebagai tindak lanjut hasil pemantauan pemerintah daerah terhadap kondisi distribusi BBM di lapangan.
Menurutnya, langkah ini juga merupakan respons atas berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan baik secara langsung maupun melalui media sosial.
"Rapat koordinasi ini kita lakukan setelah monitoring situasi yang terjadi dalam penyaluran BBM. Rapat ini penting untuk menjawab berbagai permasalahan yang disampaikan baik secara langsung kepada pemerintah daerah maupun melalui berbagai media sosial," ujar Nurhidayah.
Sementara itu, Sales Branch Manager II Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga (Persero), Lucky Harianto, memastikan stok BBM di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam kondisi aman.
Ia menjelaskan antrean yang terjadi salah satunya dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.
Berdasarkan data Pertamina, konsumsi Pertamax turun sekitar 32 persen, sedangkan penggunaan Pertalite meningkat sekitar 12 persen sehingga berdampak pada meningkatnya antrean di sejumlah SPBU.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina telah memperkuat pengawasan distribusi dengan meningkatkan monitoring ketahanan stok di setiap SPBU, mengawasi distribusi dari depot hingga lembaga penyalur, serta meminta pengelola SPBU mengoptimalkan manajemen stok melalui pemantauan stok harian, evaluasi penyaluran, dan perencanaan kebutuhan.
Selain itu, dilakukan penambahan nozzle Pertalite di beberapa SPBU, pengaturan operasional dan antrean kendaraan, koordinasi dengan aparat penegak hukum guna mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi, pengalihan pasokan dari luar daerah ke wilayah dalam kota, pemblokiran barcode yang terindikasi disalahgunakan, hingga pengusulan penambahan kuota Pertamax.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Kobar bersama PT Pertamina Patra Niaga dan seluruh pengelola SPBU berkomitmen terus memperkuat sinergi untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di daerah.
Pemerintah berharap langkah-langkah yang telah disepakati dapat mengurangi antrean di SPBU, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan pasokan energi di Kabupaten Kotawaringin Barat tetap aman, terkendali, dan tepat sasaran. (sam)
Editor : Slamet Harmoko