PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemadaman listrik bergilir dikhawatirkan berdampak pada pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kekhawatiran itu muncul karena pemerintah daerah tengah menggenjot penerimaan PAD dari berbagai sektor, di antaranya pajak restoran dan jenis pajak lainnya, di tengah kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Ketua Komisi C DPRD Kobar H. Arief Asyrofi menyampaikan hal tersebut saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PLN pada periode pemadaman listrik sebelumnya. Menurutnya, gangguan operasional yang dialami pelaku usaha akibat pemadaman berpotensi menurunkan pendapatan mereka, sehingga dapat memengaruhi optimalisasi pembayaran pajak daerah.
Arief juga mendesak PLN agar bersikap transparan dan memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat terkait pemadaman listrik. Menurutnya, keterbukaan informasi penting untuk menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat. "Kita tahu pasti banyak dampak yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman bergilir ini," ujar Arief.
Salah satu dampak yang paling terasa adalah terganggunya aktivitas rumah tangga. Berbagai peralatan yang bergantung pada listrik, seperti lampu, kipas angin, pendingin ruangan, pompa air, televisi, dan alat elektronik lainnya tidak dapat digunakan selama pemadaman berlangsung. Kondisi ini menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, sektor pendidikan juga mengalami dampak yang cukup signifikan. Saat ini banyak kegiatan belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi digital, baik di sekolah maupun di rumah. Pemadaman listrik menyebabkan komputer, proyektor, jaringan internet, dan perangkat pembelajaran lainnya tidak dapat digunakan secara optimal. Akibatnya, proses pembelajaran menjadi terganggu dan efektivitas kegiatan pendidikan menurun. Bagi siswa yang sedang mengerjakan tugas atau mengikuti pembelajaran daring, kondisi ini tentu menjadi kendala tersendiri.
Dampak yang tidak kalah penting adalah pada sektor ekonomi. Banyak pelaku usaha kecil, menengah, maupun besar yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Toko, warung, usaha percetakan, bengkel, industri rumahan, hingga perusahaan manufaktur dapat mengalami penurunan produktivitas akibat pemadaman listrik. Mesin produksi yang berhenti beroperasi menyebabkan target produksi tidak tercapai dan berpotensi menimbulkan kerugian finansial. Bagi pedagang makanan dan minuman yang menggunakan lemari pendingin, pemadaman listrik dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan kerusakan bahan makanan sehingga menambah kerugian usaha. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno