Terungkap! Ini Penyebab Pemadaman Bergilir di Kobar, PLN: Estimasi Defisit Daya Hingga Pertengahan Agustus

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:30 WIB
Audiensi PT PLN Persero dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat di ruang rapat Bupati Kobar, Senin 27 Juli 2026. (Istimewa/Radar Sampit)
Audiensi PT PLN Persero dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat di ruang rapat Bupati Kobar, Senin 27 Juli 2026. (Istimewa/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – PT PLN (Persero) mengungkap penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) selama sekitar dua bulan terakhir.

Kondisi tersebut dipicu defisit daya akibat gangguan pada tiga unit pembangkit listrik yang berdampak terhadap sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Hal itu disampaikan Manager PT PLN (Persero) UP3 Pangkalan Bun, Saut Pardumoan, usai menghadiri audiensi dengan Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah, di Pangkalan Bun, Senin (27/7).

"Penyebabnya adanya gangguan dari tiga pembangkit. Jadi memang kondisi kelistrikan saat ini khususnya di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah defisit daya," ujarnya.

Baca Juga: Program PLN Peduli, Ubah Sampah Menjadi Harapan Melalui Bank Sampah JolaliBaca Juga: Program PLN Peduli, Ubah Sampah Menjadi Harapan Melalui Bank Sampah JolaliBaca Juga: Program PLN Peduli, Ubah Sampah Menjadi Harapan Melalui Bank Sampah Jolali

Menurut Saut, kondisi tersebut memaksa PLN menerapkan pengaturan beban melalui pemadaman listrik bergilir guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan agar tidak mengalami gangguan yang lebih luas.

"Pengaturan beban melalui pemadaman bergilir dilakukan sebagai upaya menjaga keandalan sistem agar pasokan listrik tetap dapat dipertahankan di tengah keterbatasan daya yang tersedia," jelasnya.

PLN memperkirakan kondisi defisit daya akan berlangsung hingga pekan kedua Agustus 2026. Setelah itu, pasokan listrik diharapkan berangsur normal seiring pemulihan pembangkit yang saat ini mengalami gangguan.

"Dari kondisi saat ini defisit, hingga siaga dan menuju cukup, kami perkirakan akan terjadi di minggu kedua bulan Agustus. Kami mohon maaf kepada masyarakat, kami tahu kondisi ini tidak nyaman bagi semuanya. Kita harapkan kondisi ini bisa segera teratasi dan kembali normal," kata Saut.

Selama masa pemulihan, PLN juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik, terutama pada jam beban puncak. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan pada sistem sehingga frekuensi pemadaman bergilir dapat diminimalkan.

Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah, mengatakan audiensi dengan PLN digelar sebagai tindak lanjut atas banyaknya keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik yang masih terjadi di berbagai wilayah.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperoleh penjelasan secara menyeluruh mengenai kondisi sistem kelistrikan agar dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

"Koordinasi siang ini penting kami laksanakan, agar juga masyarakat mengetahui secara menyeluruh kondisi kelistrikan yang sedang kita alami bersama ini," ujar Nurhidayah.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berharap proses pemulihan pembangkit dapat berjalan sesuai target sehingga pasokan listrik kembali normal dan aktivitas masyarakat maupun dunia usaha tidak lagi terganggu oleh pemadaman bergilir.

Editor : Slamet Harmoko
Pemadaman bergilir pln