Balapan Liar Masih Hantui Pangkalan Bun, Warga Khawatir Terjadi Aksi Main Hakim Sendiri

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:59 WIB
LOKADI BALAP LIAR: Suasana Simpang Empat Hastarini Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu 26 Juli 2026, pukul 00.25 WIB. Lokasi itu biasanya menjadi titik balapan liar yang meresahkan pengguna jalan di Pangkalan Bun, Kobar. (Istimewa/Radar Sampit)
LOKADI BALAP LIAR: Suasana Simpang Empat Hastarini Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu 26 Juli 2026, pukul 00.25 WIB. Lokasi itu biasanya menjadi titik balapan liar yang meresahkan pengguna jalan di Pangkalan Bun, Kobar. (Istimewa/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Aksi balapan liar di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali meresahkan warga.

Selain menimbulkan kebisingan akibat suara knalpot brong, aksi adu kecepatan tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Keluhan warga kembali memuncak setelah balapan liar berlangsung pada Sabtu (25/7) malam atau bertepatan dengan malam Minggu. Para pelaku diduga memulai aksi dari kawasan lampu merah Jalan Ahmad Yani dan melaju hingga Simpang L Pelingkau.

Padahal, warga bersama enam ketua RT di wilayah Kelurahan Baru telah beberapa kali melakukan penggerebekan dan penghadangan terhadap para pelaku balapan liar, khususnya di kawasan Simpang Empat Hastarini. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan aksi mereka.

Baca Juga: Ratapan Pilu di Ujung Dini Hari: Ketika Amukan Massa Merenggut Nyawa Atas Tuduhan Curi Ayam

Rofiq, warga RT 17 Kelurahan Baru, mengaku kesal karena suara knalpot brong yang ditimbulkan para pembalap liar terus mengganggu waktu istirahat masyarakat.

"Kita yang mau istirahat jadi terganggu, suara knalpot brong membuat darah mendidih," keluhnya.

Menurutnya, patroli kepolisian yang rutin dilakukan setiap malam Minggu sebenarnya cukup efektif membuat para pelaku membubarkan diri. Namun, setelah petugas meninggalkan lokasi, mereka kembali bermunculan dari gang-gang di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Yudi. Ia menilai kesabaran masyarakat kini sudah berada di titik puncak dan mengkhawatirkan munculnya aksi main hakim sendiri apabila pelaku balapan liar tertangkap warga.

"Saat ini warga sudah habis kesabaran, kalau tertangkap bisa saja akan berakibat fatal bagi pelaku balapan liar. Kasihan, apalagi mereka masih terbilang anak usia sekolah," ujarnya.

Baca Juga: Polisi Pasang Barrier dan Perketat Patroli, Balap Liar di Palangka Raya Diburu

Yudi juga mengungkapkan para pelaku diduga memiliki jaringan pemantau yang bertugas mengawasi situasi di sepanjang lintasan balap.

Informasi mengenai kondisi jalan hingga keberadaan aparat disebut disebarkan melalui siaran langsung di media sosial Instagram, sehingga para pelaku dapat menghindari razia.

Warga berharap aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang lebih tegas dan berkelanjutan untuk memberantas balapan liar di Jalan Ahmad Yani.

Selain mengganggu ketertiban umum, aksi tersebut dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan mengancam keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. (tyo/sla)

 

Editor : Slamet Harmoko
perempatan hastarini kobar balap liar Pangkalan Bun