PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pangkalan Bun terus berkomitmen memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).
Program ini merupakan salah satu bentuk pendampingan bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan agar mampu membangun usaha, meningkatkan keterampilan, serta mewujudkan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.
Melalui program ini, penerima manfaat tidak hanya memperoleh perlindungan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga kesempatan untuk bangkit dan menciptakan sumber penghasilan yang lebih mandiri.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pangkalan Bun, Nurul Indahyati, menyampaikan bahwa Program PEKA merupakan wujud nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan manfaat yang lebih luas kepada peserta dan ahli waris penerima manfaat.
"Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) merupakan salah satu upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan bahwa manfaat yang diterima peserta tidak berhenti pada pemberian santunan semata. Kami ingin mendorong para penerima manfaat agar memiliki kesempatan untuk bangkit, mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, dan pada akhirnya mampu mencapai kemandirian ekonomi. Harapannya, program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan keluarga penerima manfaat," ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun berharap dapat menciptakan lebih banyak penerima manfaat yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing dalam menjalankan usaha maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar program pemberdayaan ini dapat menjangkau lebih banyak peserta dan memberikan manfaat yang semakin optimal bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak pekerja, terutama di sektor informal, yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai manfaat program dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas cakupan kepesertaan.
Melalui kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap tercipta efek berantai (multiplier effect), di mana para penerima manfaat dapat menjadi duta perlindungan pekerja di lingkungan masing-masing sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko sosial ekonomi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Nurul menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalan Bun akan terus meningkatkan literasi masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Komitmen kami adalah memastikan semakin banyak pekerja, baik formal maupun informal, memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis cakupan kepesertaan akan terus meningkat sehingga manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," pungkasnya. (*/sla)
Editor : Slamet Harmoko