PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), semakin panjang meski sebelumnya persoalan tersebut telah dibahas dalam audiensi antara pemerintah daerah dan PT Pertamina Patra Niaga.
Kondisi ini terjadi di sejumlah SPBU di Kota Pangkalan Bun hingga Kecamatan Kotawaringin Lama. Warga mengaku harus mengantre sejak malam hari agar dapat memperoleh BBM pada pagi hari. Namun, tidak sedikit yang tetap pulang tanpa mendapatkan BBM karena stok telah habis.
Selain Pertalite, antrean kini juga terjadi untuk BBM jenis Pertamax. Akibatnya, kedua jenis BBM tersebut lebih cepat habis di sejumlah SPBU. Di tingkat pengecer, Pertalite juga dilaporkan sulit ditemukan.
Salah seorang warga Pangkalan Bun, Edi, mengatakan antrean panjang kini tidak hanya terjadi pada Pertalite, tetapi juga Pertamax.
"Setiap hari begini terus. Sudah ngantri lama, pas giliran mau ngisi malah dibilang habis. Kalau Pertalite memang sering antre, sekarang yang lain juga ikut antre," ujarnya, Selasa (21/7).
Keluhan serupa disampaikan Heru. Menurutnya, antrean panjang mengganggu aktivitas karena ia harus meluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM.
"Mau bagaimana lagi, tetap harus antre. Kadang sudah lama menunggu, tapi belum tentu kebagian," katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Supervisor Communication & Relation (Commrel) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gayuh Mustiko Jati, mengatakan pihaknya memerlukan informasi yang lebih rinci untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.
Menurutnya, informasi mengenai lokasi SPBU, waktu kejadian, serta jenis BBM yang dikeluhkan akan memudahkan tim melakukan pengecekan di lapangan guna mengetahui penyebab antrean maupun stok BBM yang dilaporkan habis. "Kami perlu info detail agar bisa dicek tim di lapangan," pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno