Karhutla di Pangkalan Bun Mulai Mendekati Permukiman   

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 07:33 WIB
Kebakaran hutan dan lahan mulai merambah area dekat permukiman di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. (koko/radar sampit)
Kebakaran hutan dan lahan mulai merambah area dekat permukiman di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. (koko/radar sampit)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya terjadi di kawasan jauh dari perkotaan kini mulai merambah area dekat permukiman di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kebakaran tersebut diduga berawal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke semak belukar kering di sekitar permukiman.

Dalam tiga hari terakhir, sejumlah kejadian karhutla terjadi di beberapa lokasi, yakni Jalan Samari II, Gang Salak RT 17 Kelurahan Madurejo, Jalan Cilik Riwut II Kelurahan Sampuraga Baru, Kilometer 2 Jalan Ahmad Yani, serta Jalan Malijo.

Meski masih berskala kecil, kebakaran tersebut cukup menyita perhatian Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar karena petugas juga harus melakukan penanganan kebakaran di wilayah lain.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andan Santana, membenarkan adanya peningkatan kejadian kebakaran lahan yang masuk wilayah Kota Pangkalan Bun dalam beberapa hari terakhir.

"Benar, dalam beberapa hari terakhir terjadi kebakaran lahan di dekat permukiman, terutama di perumahan yang di sekitarnya masih terdapat semak belukar mengering, tapi masih bisa kita tanggulangi," kata Andan, Selasa (21/7).

Menurut Andan, pembakaran sampah masih menjadi penyebab utama kebakaran lahan di kawasan permukiman. Ia mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.

"Cuaca panas dan angin kencang, bila tidak dijaga berbahaya. Jadi, kalau mau membakar sampah harus diawasi agar tidak merembet," ujarnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin barat karhutla