PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Abrasi di kawasan pesisir terpadu Kubu, Bogam, dan Keraya (Bogam Raya), Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, semakin memprihatinkan. Gelombang pasang menggerus badan jalan yang menjadi akses penghubung antar desa, terutama di Desa Keraya.
Berdasarkan pantauan di sepanjang pesisir, abrasi terparah terjadi di Desa Keraya. Gelombang pasang mengikis dinding jalan di sejumlah titik sehingga menyebabkan badan jalan menyempit.
Kepala Desa Keraya, Jamatulah, mengatakan kondisi abrasi dalam dua tahun terakhir terus memburuk. Menurutnya, badan jalan di tepi pantai sedikit demi sedikit tergerus gelombang.
"Kalau abrasi terbilang parah, jalan di tepi pantai sudah terjadi penyempitan di beberapa titik. Kalau terus-terusan tanpa penanganan, akan habis tergerus," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, abrasi telah mengikis badan jalan dengan lebar mencapai sekitar empat meter dan panjang sekitar 150 meter di satu titik. Penanganan sementara dilakukan menggunakan tanggul geobag berisi tanah untuk menahan terjangan gelombang.
Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Andan Santana, mengatakan pihaknya akan kembali mendistribusikan geobag dan bronjong kawat ke sejumlah desa pesisir sebagai upaya mengurangi dampak abrasi.
Sebanyak 250 geobag akan disalurkan, masing-masing 100 buah untuk Desa Keraya, 100 buah untuk Desa Teluk Bogam, dan 50 buah untuk Desa Sebuai. Selain itu, BPBD juga menyiapkan 40 bronjong kawat yang akan didistribusikan menyusul.
"Untuk bronjong masih stok di gudang. Geobag ini kami harapkan bisa menahan gelombang dan meminimalisasi dampak abrasi," kata Andan. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno