Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dorong Literasi Keuangan melalui Sekolah Pasar Modal Syariah

Syamsudin Danuri • Jumat, 17 Juli 2026 | 10:11 WIB
Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto membuka kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah di Aula Sangga Banua. (DESY/KOMINFO KOBAR )
Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto membuka kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah di Aula Sangga Banua. (DESY/KOMINFO KOBAR )

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui pembukaan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) yang diselenggarakan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Kotawaringin Barat di Aula Sangga Banua, Rabu (15/7).

Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Kobar Suyanto tersebut  diikuti sekitar 125 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, antara lain dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, pelajar, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal syariah sekaligus memperkuat literasi keuangan di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dalam sambutannya, Suyanto mengapresiasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta seluruh pihak yang menginisiasi penyelenggaraan SPMS. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang cerdas dan mandiri secara finansial.

Ia mengatakan, investasi pada era modern bukan lagi sekadar tren, tetapi menjadi kebutuhan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Karena itu, meningkatnya minat berinvestasi harus diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai agar masyarakat mampu membedakan instrumen investasi yang aman dan legal serta terhindar dari investasi bodong maupun pinjaman online ilegal.

Suyanto menjelaskan, pasar modal syariah menawarkan berbagai instrumen investasi, seperti saham syariah, reksa dana syariah, dan sukuk yang diawasi OJK bersama Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Menurutnya, pengawasan tersebut memberikan kepastian bahwa instrumen syariah terbebas dari unsur riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (judi).

Pada akhir sambutannya, Suyanto mengajak peserta mulai berinvestasi secara bertahap dan konsisten meski dengan modal kecil. Ia berharap SPMS dapat melahirkan investor baru yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat. (sam/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
sekolah pasar modal literasi keuangan kotawaringin barat