PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Seorang pria yang diduga mengalami gangguan mental membuat petugas Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, harus melakukan penanganan sebanyak dua kali setelah masuk ke kawasan bandara dan mengganggu kenyamanan calon penumpang.
Pria yang diketahui bernama Akel tersebut pertama kali masuk kawasan Bandara Iskandar Pangkalan Bun dan berjalan mondar-mandir di selasar bandara sambil berbicara tidak jelas. Perilakunya membuat sejumlah calon penumpang merasa resah.
Saat itu, Akel mengenakan kemeja putih dan sarung. Petugas Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dan Aviation Security (Avsec) kemudian mengamankannya dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, beberapa jam kemudian, Akel kembali ditemukan berjalan kaki memasuki kawasan TNI AU menuju arah Bandara Iskandar. Saat itu, ia sudah berganti pakaian dengan mengenakan kemeja flanel hijau dan celana panjang cokelat.
Petugas Avsec kemudian berupaya menghubungi pemilik rumah makan ikan asapan tempat Akel pernah bekerja di Kelurahan Baru. Dari informasi yang diperoleh, Akel juga memiliki keluarga yang tinggal di sekitar Bundaran Pancasila.
Petugas Avsec bersama Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) kemudian mengantarkan Akel menuju rumah keluarganya. Namun, dalam perjalanan, Akel meminta diturunkan di kawasan Bundaran Pancasila.
Seorang warga Pangkalan Bun, Andika, mengatakan Akel sebelumnya pernah bekerja di rumah makan di kawasan Pelingkau, Kelurahan Baru. Ia mengaku melihat Akel sedang dimintai keterangan oleh petugas saat berada di kawasan bandara.
"Saya mau pulang dari bandara melihat pria itu sedang ditanyai oleh petugas, tapi jawabannya ngalor-ngidul, tidak jelas, seperti orang linglung," kata Andika.
Menurut Andika, berdasarkan informasi dari keluarga, kondisi Akel sebelumnya normal. Namun, gangguan pada sarafnya diduga terjadi setelah sering mengonsumsi obat-obatan. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno