Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dikepung Karhutla di Enam Lokasi, BPBD Kotawaringin Barat Berjibaku Padamkan Api

Koko Sulistyo • Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:25 WIB
Penanganan karhutla oleh BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat yang terjadi di beberapa wilayah, Sabtu 11 Juli 2026. (BPBD KOBAR/RADAR SAMPIT) 
Penanganan karhutla oleh BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat yang terjadi di beberapa wilayah, Sabtu 11 Juli 2026. (BPBD KOBAR/RADAR SAMPIT) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat menangani enam kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lokasi berbeda dalam dua hari terakhir. Total luas lahan yang terbakar diperkirakan hampir mencapai delapan hektare.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kotawaringin Barat, Andan Santana, mengatakan seluruh personel terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk mencegah api meluas. Dalam penanganan tersebut, BPBD mendapat dukungan dari Balakar Huma Singgah Itah, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

"Dalam dua hari terakhir kami menangani enam kejadian karhutla di lokasi yang berbeda. Seluruh personel terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya agar api tidak semakin meluas," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Enam lokasi kebakaran yang ditangani meliputi Karanganyar, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan; Kumpai Batu Bawah RT 9; Jalan Holim Tambang Pasir SMJ 3, Desa Kubu; kawasan Sungai Ayam RT 9, Desa Kubu, Kecamatan Kumai; Amin Jaya RT 14, Kecamatan Pangkalan Banteng; serta satu titik lainnya di sekitar Sungai Ayam RT 9, Desa Kubu.

Menurut Andan, proses pemadaman menghadapi kendala berupa cuaca panas yang disertai angin kencang. Selain itu, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah.

Kondisi tersebut menyebabkan proses pemadaman berlangsung lebih lama. Petugas harus memastikan bara api benar-benar padam agar tidak kembali menyala saat tertiup angin.

Meski api di sejumlah lokasi berhasil dipadamkan, BPBD masih terus melakukan pemantauan karena potensi munculnya titik api baru dinilai masih tinggi akibat cuaca ekstrem.

"Penanganan ini belum mutlak selesai. Cuaca masih sangat panas dan angin bertiup cukup kencang sehingga kami tetap melakukan antisipasi dan pemantauan di seluruh lokasi rawan karhutla," pungkasnya. (tyo/yit) 

Editor : Heru Prayitno
#BPBD Kotawaringin Barat #karhutla