PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DisperindagkopUKM) menggelar Pasar Inflasi setiap hari Rabu sebagai upaya mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Program ini juga menjadi langkah antisipasi terhadap dampak ketidakpastian geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi ketersediaan dan harga pangan.
Kepala DisperindagkopUKM Kotawaringin Barat Fitriyana mengatakan, Pasar Inflasi merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Dalam Negeri yang meminta pemerintah daerah melaksanakan sembilan langkah konkret pengendalian inflasi. Salah satunya melalui penyediaan pasar penyeimbang yang menawarkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Fitriyana menyampaikan hal tersebut saat meninjau pelaksanaan Pasar Inflasi di halaman parkir Pasar Indrasari, Kecamatan Arut Selatan, Rabu (1/7/2026). Menurutnya, program yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Perum Bulog Cabang Kotawaringin Barat, dan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan itu telah memasuki pekan kedua dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Ia menjelaskan, Pasar Inflasi diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, memperoleh bahan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga lebih murah. Selain itu, program ini bertujuan menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi gejolak yang membebani masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Pasar Inflasi menyediakan beras SPHP Premium seharga Rp77.000 per 5 kilogram, beras SPHP Medium Rp60.000 per 5 kilogram, Minyak Goreng Kita Rp15.500 per liter, gula pasir Rp18.500 per kilogram, telur ayam ras Rp52.000 per piring, serta LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram sesuai harga yang telah ditetapkan.
Untuk pemerataan, pembelian sejumlah komoditas dibatasi. Setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli maksimal dua liter minyak goreng dan dua kilogram gula pasir.
Ke depan, DisperindagkopUKM Kotawaringin Barat berencana mengembangkan Pasar Inflasi secara mobile agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk Kecamatan Kumai dan sejumlah titik di Kota Pangkalan Bun, sehingga manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno