PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – PT Kumai Sentosa menggelar Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Sungai Cabang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.
General Manager Operasional PT Kumai Sentosa, Akhmad Erist Nuryadin, mengatakan Desa Sungai Cabang merupakan salah satu wilayah yang memiliki kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, seluruh elemen perusahaan harus siap melakukan langkah pencegahan maupun penanggulangan secara cepat dan terukur.
Ia menjelaskan, perusahaan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang berada di bawah struktur Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dan telah mendapat pengesahan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah. Satgas tersebut dilengkapi prosedur dan instruksi kerja sebagai pedoman penanganan karhutla.
Untuk mendukung kesiapsiagaan, PT Kumai Sentosa menyiapkan empat regu pemadam dengan total 60 personel yang telah mengikuti pelatihan dasar dan memiliki sertifikasi dari Kementerian Kehutanan.
Perusahaan juga menyediakan perlengkapan pemadam dan peralatan pendukung yang memadai untuk mendukung operasi di lapangan.
Selain sumber daya manusia, perusahaan menyiapkan berbagai sarana pemadaman, antara lain 20 unit pompa induk, 129 unit pompa jinjing, kendaraan operasional darat dan air, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Upaya pencegahan juga diperkuat melalui pengelolaan tata air, pembangunan menara pantau, embung air, patroli rutin, penggunaan drone, CCTV, dan pemantauan titik panas secara berkala.
Akhmad Erist menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan kerja sama seluruh pihak karena kebakaran tidak mengenal batas wilayah.
Sejak 2020, PT Kumai Sentosa juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di kawasan sekitar.
Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Yohan Hendratmoko, mengatakan apel kesiapsiagaan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman karhutla.
Ia mengingatkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, fenomena El Nino mulai berkembang pada akhir Juni dan diperkirakan menguat pada Juli, dengan puncak musim kering terjadi pada Agustus hingga September 2026.
"Melalui apel ini diharapkan akan terjalin dengan baik semangat kebersamaan seluruh pamangku kepentingan sektoral untuk mewujudkan penanggulan kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya. (sam)
Editor : Slamet Harmoko