PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), memfasilitasi pemulangan Nasrullah, warga terlantar yang menderita stroke, ke kampung halamannya di Bandung.
Pemulangan dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah sekaligus untuk memastikan Nasrullah memperoleh perawatan dan pendampingan dari keluarga terdekat.
Proses pemulangan terlaksana setelah Pemerintah Kelurahan Raja berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk keluarga Nasrullah di Bandung. Hasil koordinasi tersebut ditindaklanjuti dengan kedatangan kakak kandung Nasrullah ke Pangkalan Bun untuk menjemput adiknya.
Lurah Raja Misrani bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), Kepala Seksi Tata Pemerintahan (Kasi Tapem), dan staf kelurahan turut mendampingi proses keberangkatan Nasrullah di bandara.
“Mengingat kondisi kesehatannya yang mengalami stroke, Nasrullah menggunakan kursi roda selama perjalanan hingga proses keberangkatan guna memastikan keamanan dan kenyamanannya,” ujar Misrani.
Menurutnya, Pemerintah Kelurahan Raja berupaya hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan. Pemulangan Nasrullah merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah kepada warga yang mengalami kesulitan agar dapat kembali bersama keluarga serta memperoleh penanganan yang lebih baik.
Nasrullah diketahui sehari-hari bekerja sebagai tukang sol sepatu di kawasan Jalan Prakusuma Yudha RT 07, Kelurahan Raja. Ia tinggal seorang diri tanpa pendamping keluarga.
Kondisi kesehatannya yang terus menurun akibat stroke membuatnya tidak lagi mampu menjalankan aktivitas maupun pekerjaannya. Keberadaan Nasrullah kemudian mendapat perhatian Pemerintah Kelurahan Raja setelah ditemukan di wilayah RT 08 dalam kondisi yang memerlukan penanganan dan bantuan sosial.
Kakak kandung Nasrullah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kelurahan Raja yang telah membantu proses komunikasi hingga pemulangan adiknya ke Bandung.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari pihak Kelurahan Raja. Tanpa dukungan ini, proses membawa adik kami pulang tentu akan jauh lebih sulit,” ungkapnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno