PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kondang, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, berhasil meningkatkan populasi ternak sapi melalui penerapan pola silvopastura. Populasi sapi yang semula berjumlah 22 ekor dari bantuan hibah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat pada 2012 kini meningkat menjadi 54 ekor.
Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Barat Riza Pahlevi mengatakan, keberhasilan pengembangan peternakan di Desa Kondang dapat menjadi contoh bagi desa lain, khususnya di Kecamatan Kotawaringin Lama.
“Kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah desa dalam memanfaatkan potensi alam mampu menjadikan bantuan ternak dari pemerintah sebagai nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.
Kepala Desa Kondang, Suhendro, menjelaskan usaha peternakan sapi tersebut memanfaatkan lahan seluas sekitar 30 hektare. Sistem silvopastura yang diterapkan mengintegrasikan pepohonan, tanaman pakan ternak, dan pemeliharaan sapi dalam satu kawasan sehingga menciptakan pengelolaan lahan yang produktif dan berkelanjutan.
“Pada awalnya kami mengembangkan ternak sapi dari bantuan hibah pemerintah sebanyak 22 ekor. Saat ini populasi sapi telah mencapai 54 ekor dan sebagian besar indukan sedang bunting tua,” kata Suhendro.
Selain meningkatkan populasi ternak, usaha yang dikelola BUMDes tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Setiap tahun, desa menyediakan sapi kurban untuk dibagikan kepada warga, sementara sebagian keuntungan usaha disetorkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes).
Dari hasil usaha tersebut, Pemerintah Desa Kondang juga memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh kepala keluarga menjelang Hari Raya Idulfitri dengan nilai yang dibagikan secara merata.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kotawaringin Barat, M. Samsudin, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ternak selalu melibatkan pemerintah desa dan penyuluh pertanian setempat agar program berjalan optimal.
“Dinas Pertanian akan terus berkoordinasi dan melibatkan aparat pemerintah desa dalam proses penyaluran maupun pengawasan perkembangan bantuan ternak yang masuk ke wilayah sasaran kegiatan,” ujarnya.
Keberhasilan Desa Kondang menunjukkan bahwa pengelolaan bantuan ternak yang didukung sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat berkembang menjadi usaha produktif yang memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno