PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat menyoroti tidak berfungsinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang di sejumlah wilayah. Persoalan tersebut terungkap dalam rapat paripurna DPRD Kobar pekan lalu.
Hal ini sebagai bagian dari masukan terhadap penyelenggaraan pembangunan daerah, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Sukimin, meminta Pemerintah Daerah agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi PJU di Kecamatan Kotawaringin Lama.
Menurutnya, terdapat beberapa titik yang mengalami mati total dalam waktu cukup lama tanpa adanya tindak lanjut pemeliharaan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari.
Sorotan serupa juga disampaikan Fraksi PAN-PKS melalui juru bicaranya, Ade Rido Hadi. Ia menyebut masih terdapat sejumlah ruas jalan yang minim penerangan, bahkan ada lokasi yang telah dipasang PJU namun tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Kurangnya penerangan jalan dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan keamanan dan tindak kriminalitas di lingkungan masyarakat.
Atas kondisi tersebut, Fraksi PAN-PKS meminta dinas terkait untuk segera melakukan pembangunan PJU di kawasan yang masih gelap serta mempercepat perbaikan terhadap fasilitas penerangan yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut dianggap penting untuk menciptakan rasa aman sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat pada malam hari.
Menanggapi masukan fraksi-fraksi DPRD, Wakil Bupati Kobar, Suyanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan terhadap peningkatan kualitas penerangan jalan umum.
Pemerintah daerah, kata dia, menyadari bahwa keberadaan PJU yang berfungsi optimal memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat serta membantu meminimalisasi potensi gangguan ketertiban.
Terkait kondisi PJU di Kecamatan Kotawaringin Lama, Pemerintah Daerah mengaku telah melakukan pengecekan lapangan pada sejumlah titik yang mengalami gangguan, termasuk di kawasan Makam Kyai Gede.
"Hasil identifikasi menunjukkan adanya kerusakan pada jaringan penerangan. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan penanganan dan pemeliharaan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan sarana pendukung, skala prioritas, serta kemampuan keuangan daerah," pungkasnya. (sam/sla)
Editor : Slamet Harmoko