Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Minim Event Hiburan, Pelaku UMKM di Pangkalan Bun Keluhkan Omset

Koko Sulistyo • Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:58 WIB
Salah satu even Begoyap yang digelar oleh Pemkab Kobar, selalu menyedot ribuan masyarakat, belum lama ini.(dok.radarsampit)
Salah satu even Begoyap yang digelar oleh Pemkab Kobar, selalu menyedot ribuan masyarakat, belum lama ini.(dok.radarsampit)

 PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com-Pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluhkan pendapatan mereka, yang disebut terus merosot sejak setahun terakhir.

Sepinya event hiburan di Kota Pangkalan Bun dianggap salah satu pemicu banyaknya pelaku UMKM yang gulung tikar. Minim hiburan dan keramaian membuat lapak-lapak UMKM yang tersebar di sejumlah titik sepi.

Mereka berharap, pemerintah setempat kembali mengadakan even-even hiburan dan keramaian, agar UMKM kembali bergairah dan dapat menjadi sandaran hidup untuk kesejahteraan keluarga mereka.

Salah seorang pelaku UMKM Nitha Ndoro menyampaikan, sepinya Kota Pangkalan Bun dari hiburan dan kegiatan keramaian mengakibatkan omset mereka terus menurun.

"Kota kita sedang sepi. Acara dan hiburan hampir tidak ada sama sekali.  Dampaknya sangat terasa bagi kami pelaku usaha kecil, omset menurun, mencari rejeki di kota sendiri jadi semakin sulit," keluhnya, Jumat (12/6).

Nitha juga mengungkapkan, dengan kondisi seperti saat ini banyak pelaku UMKM yang akhirnya mencari peluang  ke daerah lain demi keberlangsungan usaha dan hidup keluarga mereka.

Baca Juga: Bazar UMKM Kotim Jadi Ajang Perluas Pasar Produk Lokal

Sebagai pelaku UMKM ia sejatinya tidak bermaksud mengeluh, hanya berharap agar Kota Pangkalan Bun dapat kembali seperti dulu, geliat usaha masyarakat dapat bergairah dengan berbagai kegiatan yang positif.

"Kami ingin Pangkalan Bun kembali seperti dulu, banyak event UMKM dan hiburan yang digelar, bila kota ini ramai maka roda ekonomi UMKM juga berputar," harapnya.

Salah satu warga Kota Pangkalan Bun, David menilai, dalam persoalan ini pemerintah setempat dihadapkan pada posisi yang sulit, karena ketika pemerintah daerah mengadakan kegiatan-kegiatan keramaian dan hiburan, tak jarang mendapat hujatan dari oknum masyarakat.

Diakuinya bahwa dahulu, Kota Pangkalan Bun menjadi barometer ekonomi dari daerah lain namun saat ini banyak UMKM yang justru mengadu nasib di kabupaten lain, yang sering menggelar kegiatan keramaian dan hiburan.

"Dibalik hujatan oleh oknum warga, ada pelaku usaha kecil yang menjerit. Saat ini UMKM menghadapi sulitnya mencari rezeki dengan kondisi Pangkalan Bun minim dengan hiburan dan keramaian," pungkas David. (tyo/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#pelaku usaha menengah kecil mikro #even #pendapatan #Pangkalan Bun #Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)