Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Minta Simpang Empat Bantilan Diperlebar  

Koko Sulistyo • Kamis, 11 Juni 2026 | 04:15 WIB
Salah satu korban tabrakan di Simpang Empat Bantilan, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 10 Juni 2026. (ist)
Salah satu korban tabrakan di Simpang Empat Bantilan, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 10 Juni 2026. (ist)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Warga meminta Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat segera memperlebar Simpang Empat Bantilan di Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan. Permintaan itu disampaikan menyusul meningkatnya frekuensi kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut yang melibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain pelebaran jalan, warga juga meminta pemasangan rambu lalu lintas atau lampu peringatan (warning light) untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Warga setempat, Indra Alfian, mengatakan kecelakaan di Simpang Empat Bantilan hampir terjadi setiap minggu dengan tingkat korban yang beragam, mulai dari luka ringan hingga luka berat.

“Bahkan pernah terjadi, saat warga masih membantu korban kecelakaan, tidak lama kemudian terjadi lagi kecelakaan di titik yang sama. Simpang empat ini berbahaya dan harus mendapat perhatian khusus,” ujarnya, Rabu (10/6).

Menurut Indra, lebar badan jalan saat ini sudah tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas setiap hari. Kondisi semakin sulit ketika dua mobil berpapasan sehingga salah satu kendaraan harus menepi atau memperlambat laju.

Ia menilai pelebaran jalan perlu dilakukan dari arah Jalan Matnoor maupun Jalan G.M. Arsyad untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Kalau tidak diambil langkah cepat, potensi kecelakaan akan tetap tinggi seiring meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas setiap hari,” katanya.

Warga Kelurahan Baru lainnya, Bambang, mengungkapkan bahwa rencana pelebaran Simpang Empat Bantilan sebenarnya sudah lama diwacanakan, namun hingga kini belum terealisasi.

Ia berharap Dinas Perhubungan setidaknya dapat memasang rambu lalu lintas atau lampu peringatan apabila anggaran pelebaran jalan belum tersedia.

“Jalan itu sudah lama diwacanakan untuk diperlebar. Bahkan warung milik ibu saya pernah diberi tanda cat merah sekitar dua meter dari bahu jalan. Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda realisasi,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan di Simpang Empat Bantilan. (tyo/yit)

 

 

 

 

Editor : Heru Prayitno
#lakalantas