PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Masyarakat Peduli Api (MPA) Tatas-Bungur (Tabur) di Sungai Tatas, RT 26, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), memperkuat peran masyarakat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kelurahan Baru dan Kobar.
Ketua MPA Tabur, Rudini, mengatakan keberadaan MPA sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan karhutla dan menjaga lingkungan. Saat ini, MPA Tabur memiliki 10 personel yang siaga menghadapi potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman.
“Keberadaan MPA sangat penting di satu wilayah untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, terutama dalam pencegahan bahaya kebakaran hutan dan lahan,” kata Rudini, Sabtu (6/6/2026).
MPA Tabur dibentuk oleh para pemuda Dusun Tatas yang berinisiatif menjaga wilayah mereka yang rawan dan kerap terdampak karhutla setiap tahun. Semangat tersebut diwujudkan melalui pembangunan pos patroli terpadu yang juga difungsikan sebagai sekretariat MPA Tabur di RT 26, Jalan Tatas-Bungur.
Dalam menjalankan tugasnya, anggota MPA Tabur melakukan patroli rutin di sejumlah titik di wilayah Tatas, terutama kawasan hutan yang berada tidak jauh dari Sungai Arut.
Ke depan, MPA Tabur berencana membangun menara pantau guna mempermudah identifikasi titik panas (hotspot) di wilayah Tatas-Bungur dan sekitarnya. Selain itu, organisasi tersebut juga akan menyosialisasikan hotline MPA kepada masyarakat agar laporan kebencanaan dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
“Selain itu, kami juga akan menyosialisasikan hotline MPA Tabur kepada masyarakat. Jika terjadi kebencanaan, laporan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Untuk mendukung kemandirian organisasi, MPA Tabur telah menanam ratusan pohon kelapa sawit di lahan sekitar empat hektare yang dikelola oleh anggota. Hasil perkebunan tersebut diharapkan dapat membiayai operasional organisasi dalam tiga hingga empat tahun mendatang, termasuk pengadaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.
“Sekitar empat hektare lahan telah kami tanami kelapa sawit yang dikelola oleh MPA Tabur. Hasilnya nanti selain untuk kas dan kegiatan sosial, juga untuk melengkapi sarana dan prasarana pemadam kebakaran serta meningkatkan kesejahteraan anggota,” katanya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Tatas, Nurdinsyah Basri, mengatakan MPA Tabur juga akan mengembangkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menciptakan kemandirian organisasi. Mereka telah menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas pemilahan sampah organik dan anorganik yang memiliki nilai ekonomis.
Selain pengelolaan sampah, pihaknya juga berencana membangun pabrik batako untuk mendukung kegiatan ekonomi para relawan.
“Pengelolaan sampah akan kami garap dalam waktu dekat. Kami juga berencana membangun pabrik batako. Kami mohon doa dan dukungannya karena ingin menciptakan kemandirian bagi para relawan yang dimulai dari MPA Tabur,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno