Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Peternak Arga Mulya Berhasil Kembangkan Belgian Blue, Jadi Harapan Baru Peternakan Sapi di Kobar

Slamet Harmoko • Senin, 1 Juni 2026 | 13:00 WIB
TERNAK SAPI: Peternak sapi lokal Desa Arga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng berhasil mengembangbiakkan sapi jenis Belgian Blue. (Imron/Radar Sampit)
TERNAK SAPI: Peternak sapi lokal Desa Arga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng berhasil mengembangbiakkan sapi jenis Belgian Blue. (Imron/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kemajuan dunia peternakan sapi mulai terlihat di Desa Arga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. 

Seorang peternak lokal, Wahyudin, berhasil mengembangbiakkan ternak sapi melalui program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik dengan menggunakan bibit sapi unggul jenis Belgian Blue pada indukan sapi limosin miliknya.

Keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi sektor peternakan di Kecamatan Pangkalan Banteng. Pasalnya, anak sapi yang dilahirkan dalam kondisi sehat dan berjenis kelamin betina, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai indukan unggul di masa mendatang.

Wahyudin mengaku bersyukur proses kelahiran berjalan lancar. Ia menjelaskan bahwa indukan yang digunakan merupakan sapi betina jenis limosin yang selama ini dipelihara dengan baik. Melalui program kawin suntik, sapi tersebut dikawinkan dengan semen beku sapi Belgian Blue yang dikenal sebagai salah satu ras sapi pedaging unggulan dunia.

“Alhamdulillah lahir dengan sehat dan jenis kelaminnya betina. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan peternakan sapi di desa,” ujarnya.

Sapi Belgian Blue dikenal memiliki keunggulan berupa pertumbuhan otot yang lebih besar dibandingkan sapi pada umumnya. Ras asal Belgia tersebut banyak diminati karena memiliki produktivitas daging yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi peternak.

Keberhasilan kelahiran anak sapi hasil persilangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi inseminasi buatan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas genetik ternak di daerah.

Menurut Wahyudin, dukungan tenaga inseminator dan pendampingan dari petugas peternakan sangat membantu dalam proses pengembangbiakan sapi unggul. Ia berharap semakin banyak peternak yang memanfaatkan teknologi reproduksi ternak untuk meningkatkan populasi dan kualitas sapi di wilayahnya.

“Kalau peternak mau mencoba dan mendapat pendampingan yang baik, peluang untuk menghasilkan sapi unggul sangat besar,” katanya.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa peternak di pedesaan mampu mengikuti perkembangan teknologi peternakan modern. Dengan memanfaatkan bibit unggul dan manajemen pemeliharaan yang baik, peternak lokal dapat menghasilkan ternak yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Warga sekitar pun menyambut positif keberhasilan tersebut. Mereka menilai kelahiran sapi hasil persilangan Belgian Blue dapat menjadi motivasi bagi peternak lain untuk mengembangkan usaha peternakan secara lebih serius.

Kemajuan peternakan sapi di Desa Arga Mulya diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Pangkalan Banteng.

Selain meningkatkan pendapatan peternak, pengembangan ternak unggul juga berpotensi mendukung program ketahanan pangan dan swasembada daging di daerah.

Sebelum kelahiran sapi betina jenis Belgian Blue di Desa Arga Mulya ini, sapi sejenis juga telah lahir di Desa Sungai Melawen, Kecamatan Pangkalan Lada dengan jenis kelamin jantan milik peternak bernama Untung. Dengan demikian, Kabupaten Kobar memiliki sepasang sapi jenis Belgian Blue.

Dengan keberhasilan yang diraih dua peternak ini, menunjukkan prospek yang semakin cerah untuk usaha peternakan di Kabupaten Kobar, sekaligus membuktikan bahwa inovasi dan kemauan untuk berkembang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat pedesaan. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Sapi Belgian Blue #Desa Arga Mulya #peternak sapi #sapi limosin #Pangkalan Bun