Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Banjir Ancam Putus Jalan Poros di Rungun dan Riam Panahan

Koko Sulistyo • Kamis, 14 Mei 2026 | 18:37 WIB
Kondisi jalan penghubung antardesa dan ibukota kecamatan di Desa Rungun, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 13 Mei 2026. (ist) 
Kondisi jalan penghubung antardesa dan ibukota kecamatan di Desa Rungun, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 13 Mei 2026. (ist) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Banjir akibat luapan Sungai Lamandau dan Sungai Arut mengancam akses jalan poros di Desa Rungun, Kecamatan Kotawaringin Lama, serta Desa Riam Panahan, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu (13/5/2026).

Jalan poros Desa Rungun menuju ibu kota Kecamatan Kotawaringin Lama terendam banjir akibat meluapnya Sungai Lamandau. Kondisi serupa terjadi di Desa Riam Panahan, di mana jalan penghubung antar desa juga tergenang luapan Sungai Arut.

Kedua ruas jalan tersebut kerap terdampak banjir saat debit air sungai meningkat akibat tingginya intensitas hujan di wilayah Kotawaringin Barat selama sepekan terakhir.

Berdasarkan informasi warga Desa Rungun dan Riam Panahan, genangan air di jalan poros hingga kini belum mengganggu aktivitas masyarakat.

Sementara itu, di RT 01 Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, jalan permukiman sepanjang 80 meter terendam banjir dengan kedalaman air mencapai 30 sentimeter.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kotawaringin Barat, Andan Santana, mengatakan banjir di RT 01 juga merendam halaman 16 rumah warga dengan ketinggian air hingga 80 sentimeter.

“Di RT 02, jembatan sudah tergenang banjir dan halaman dua rumah warga terendam air setinggi 20 sentimeter. Sementara di RT 03, halaman 10 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Namun, aktivitas warga masih berjalan normal, fasilitas umum termasuk sekolah masih aman, dan belum ada warga yang mengungsi,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Ia menambahkan, Desa Riam Panahan juga mulai terdampak banjir luapan Sungai Arut, termasuk jalan penghubung antar desa yang mulai terendam air.

Meski demikian, ketinggian air di jalan poros masih belum menghambat mobilitas warga maupun aktivitas pelajar yang melintas.

BPBD Kotawaringin Barat mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Arut Utara, untuk mewaspadai potensi kenaikan debit Sungai Arut karena hujan masih kerap terjadi di wilayah hulu sungai.

“BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau kondisi di lapangan. Tim TRC juga telah melakukan pengecekan ke satu kelurahan dan dua desa terdampak,” pungkas Andan. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#sungai lamandau #banjir #kotawaringin barat