Longbed Pengangkut Alat Berat Sangkut Kabel, Tiang Telekomunikasi di Kumai Nyaris Roboh

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Jumat, 8 Mei 2026 | 20:52 WIB
INSIDEN: Kabel telekomunikasi kendur akibat terkena truk tronton (Longbed) yang mengangkut alat berat di Jalan Ahmad Yani, SP2, Kecamatan Kumai, Kobar, Jumat (8/5/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT
INSIDEN: Kabel telekomunikasi kendur akibat terkena truk tronton (Longbed) yang mengangkut alat berat di Jalan Ahmad Yani, SP2, Kecamatan Kumai, Kobar, Jumat (8/5/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com - Alat berat yang diangkut truk tronton (Longbed) menyangkut di kabel telekomunikasi sehingga mengakibatkan tiang menjadi doyong (miring) di Jalan Ahmad Yani, SP2, Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat (8/5/2026).

Diduga sopir tidak memperhitungkan ketinggian alat berat dengan keberadaan kabel-kabel yang melintang di jalan lintas provinsi tersebut. 

Informasi dari warga Desa Bumi Harjo, truk longbed yang menyebabkan kabel induk telekomunikasi putus tersebut, adalah longbed yang sama yang merobohkan tiang listrik PLN di Jalan Bhayangkara, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan pada Rabu (6/5/2026) lalu.

Longbed bermuatan alat berat tersebut diinformasikan dari Kabupaten Kotawaringin Barat menuju ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit).

Baca Juga: Penataan Kawasan Stadion Gagah Lurus Kuala Pembuang, Satpol PP Seruyan Angkut Rombong Terbengkalai

Akibat kabel yang putus dan menjuntai di tengah jalan membuat arus lalulintas menjadi tersendat, karena kabel perlu ditopang dengan tangga yang disandarkan ke badan truk di tengah jalan.

Warga juga dibuat sibuk dengan mengatur lalulintas agar tidak terjadi kemacetan panjang. Awalnya warga menduga bahwa kabel yang putus adalah kabel listrik PLN, namun setelah petugas datang kabel yang putus milik perusahaan telekomunikasi.

Warga Desa Bumi Harjo, Warno menyesalkan kemampuan sopir dalam membawa armada sekelas longbed dengan muatan alat berat yang tidak memperhitungkan tinggi muatan dengan kabel-kabel yang banyak melintang di atas jalan raya.

Baca Juga: Gumas Perkuat Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak Lewat Gelar Kasus

"Kalau menggunakan alat pengaman yang biasa digunakan oleh armada khusus pengangkut alat berat, seperti insiden nyangkut kabel tidak terjadi," ujarnya.

Ia menyebut, longbed bermuatan alat berat tersebut kuat dugaan merupakan armada yang sama yang menabrak tiang listrik di Jalan Bhayangkara.

"Sopirnya perlu dipertanyakan kemampuannya bawa alat berat, sembrono, sampai Sampit makin banyak kabel yang sangkut nantinya," keluhnya.

Baca Juga: Sukses Tekan Inflasi, Gumas Diguyur Penghargaan dari Kemendagri

Warga Bumi Harjo lainnya, Suratno menyampaikan agar tidak tersangkut oleh kendaraan kabel yang putus dan ada bagian yang kendor di topang dengan tangga yang disandarkan ke truk di tengah jalan.

Menurutnya, seharusnya longbed diberi pelindung berupa selang keras yang biasa digunakan untuk bungkus kabel tanam panjang dan melengkung di kanan dan kiri longbed.

"Untungnya bukan kabel listrik kalau tidak bakal padam lagi seperti di Jalan Bhayangkara, sopirnya perlu diganti biar tidak kejadian lagi" pungkasnya (tyo/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
longbed sangkut kabel tiang miring insiden alat berat