Sosialisasi dan edukasi program tersebut digelar di Mess Management PT Indotruba Tengah pada Rabu, 29 April 2026 dengan wilayah sasaran meliputi Desa Pembuang Hulu II dan Desa Derangga, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18 Tahun 2021 yang mengatur tentang fasilitasi pembangunan kebun bagi masyarakat di sekitar perusahaan.
Program tersebut diarahkan untuk menciptakan kemitraan yang berkelanjutan sekaligus memperluas akses ekonomi bagi petani lokal.
Regional Controller Kalteng-Kalbar Minamas Plantation, Jimi Romansyah, menyampaikan bahwa pengembangan kebun plasma menjadi instrumen strategis dalam memperkuat relasi antara perusahaan dan masyarakat.
“Melalui skema kemitraan ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam rantai nilai industri perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.
Hingga 2026, realisasi kebun plasma PT Indotruba Tengah telah mencapai 293 hektare yang tersebar di Desa Sungai Hijau, Desa Sungai Bengkuang, dan Desa Kebun Agung, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Capaian tersebut menjadi model pengembangan yang kini diperluas ke wilayah Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan.
Perusahaan pun terus mengintensifkan sosialisasi guna mendorong partisipasi petani di Desa Pembuang Hulu II dan Desa Derangga agar bergabung dalam program kemitraan tersebut.
Camat Hanau, Abdi, menilai program ini memiliki dampak signifikan dalam mendorong transformasi ekonomi masyarakat desa.
“Kemitraan seperti ini membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam mengelola usaha perkebunan,” katanya.
Penjabat Kepala Desa Pembuang Hulu II, Muhammad Saifullah, menyatakan bahwa program ini memberikan harapan baru bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Derangga, Aliadim Jono, menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh masyarakat terhadap mekanisme kemitraan agar program dapat berjalan optimal.
Sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Ke depan, program kebun kemitraan ini diharapkan mampu memperluas inklusi ekonomi serta memperkuat kemandirian petani di wilayah Kabupaten Seruyan dan sekitarnya. (*)
Editor : Slamet Harmoko