Enam Rumah Dibangun untuk Warga Terdampak Abrasi  

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 12:47 WIB
Kondisi rumah warga di Desa Keraya Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, rusak berat akibat diterjang gelombang pasang, belum lama ini. (ist)
Kondisi rumah warga di Desa Keraya Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, rusak berat akibat diterjang gelombang pasang, belum lama ini. (ist)

  

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat membangun enam unit rumah relokasi bagi warga terdampak abrasi di pesisir Desa Keraya, Kecamatan Kumai, pada 2026. Program ini ditujukan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gelombang laut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kotawaringin Barat Samuel menyampaikan, pemerintah daerah menyiapkan hunian bagi warga yang harus direlokasi akibat bencana abrasi.

Menurut Samuel, pembangunan enam rumah tersebut merupakan bagian dari program relokasi dengan lahan yang disediakan oleh pemerintah desa setempat. Rumah yang dibangun merupakan hunian baru bagi warga yang terdampak langsung abrasi pantai.

Sebelumnya, pemerintah kabupaten telah merelokasi tujuh kepala keluarga di Desa Keraya yang rumahnya rusak parah akibat terjangan gelombang laut. Kerusakan terjadi karena rumah-rumah warga berada di bibir pantai sehingga mudah tergerus saat pasang dan gelombang tinggi.

Selain permukiman, abrasi juga berdampak pada sarana dan prasarana wisata di kawasan tersebut, termasuk gazebo di pesisir pantai.

Abrasi di pesisir Kecamatan Kumai saat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebagai upaya penanganan, Bupati Kotawaringin Barat telah menyalurkan 300 geobag untuk Desa Keraya dan Teluk Bogam.

Samuel menambahkan, pembangunan rumah relokasi tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kotawaringin Barat. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
relokasi Kotawaringin Barat (Kobar) abrasi