DPRD Kotawaringin Barat Soroti Efektivitas Program Pendidikan Gratis

Syamsudin Danuri • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 12:39 WIB
infografis
infografis

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – DPRD Kotawaringin Barat menilai program pendidikan gratis yang telah berjalan lebih dari 15 tahun belum sepenuhnya efektif meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS). Hal ini disampaikan Muhammad Syamsuri saat membacakan rekomendasi DPRD atas LKPJ Bupati 2025.

DPRD mencatat RLS Kotawaringin Barat pada 2025 mencapai 8,87 tahun, meningkat dari 8,77 tahun pada 2024. Namun, angka tersebut masih tergolong rendah dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Tengah.

Beberapa daerah pemekaran justru mencatat capaian lebih tinggi, seperti Kabupaten Katingan dengan RLS 8,96 tahun, Gunung Mas 9,40 tahun, dan Barito Timur 9,71 tahun. Kondisi ini menunjukkan program pendidikan gratis di Kotawaringin Barat belum berdampak signifikan terhadap peningkatan lama sekolah.

DPRD meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan gratis untuk mengukur efektivitas dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Selain itu, DPRD menekankan pentingnya penguatan program pencegahan putus sekolah, khususnya di jenjang SMP dan SMA sederajat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemberian bantuan bagi kelompok rentan, seperti siswa dari keluarga kurang mampu dan wilayah terpencil, termasuk beasiswa, bantuan transportasi, dan perlengkapan sekolah.

DPRD juga merekomendasikan peningkatan akses pendidikan menengah dengan memperluas jangkauan SMA dan SMK, termasuk pembangunan unit sekolah baru atau kelas jauh di daerah dengan tingkat partisipasi rendah. Optimalisasi pendidikan nonformal seperti Paket B dan C, serta pengalokasian anggaran berbasis kinerja pendidikan dengan indikator peningkatan RLS dan angka kelulusan, turut menjadi fokus dalam rekomendasi tersebut. (sam/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
pendidikan gratis Kotawaringin Barat (Kobar)