Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

 Orang Tua Resah atas Fenomena 'Kaum Pelangi'

Koko Sulistyo • Selasa, 21 April 2026 | 06:40 WIB

 

Ilustrasi say no to LGBT. (Foto: Istimewa/Radar Lombok)
Ilustrasi say no to LGBT. (Foto: Istimewa/Radar Lombok)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Sejumlah orang tua di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, menyatakan keresahan terkait kemunculan fenomena yang mereka sebut “kaum pelangi”. Aspirasi penolakan tersebut ramai disuarakan melalui media sosial.

Keresahan muncul karena kekhawatiran terhadap dampak psikologis pada anak serta potensi risiko kesehatan, termasuk penularan penyakit menular seperti HIV/AIDS. Sejumlah warga juga menilai fenomena tersebut berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

Warga Pangkalan Bun Novi Damayanti meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait, seperti Satpol PP, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dan Dinas Kesehatan, mengambil langkah penanganan. Ia berharap dilakukan penertiban dan pengawasan di tempat tinggal seperti barak atau rumah kos.

“Suara kami sebagai orang tua harap didengarkan. Ini demi kebaikan bersama. Kami berharap ada langkah dari KPA, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Warga lainnya, Burhanudin, juga meminta ketegasan pemerintah daerah untuk meminimalkan dampak yang dikhawatirkan. Ia menilai pendekatan pembinaan secara humanis diperlukan untuk meningkatkan kesadaran, terutama terkait kesehatan dan kehidupan sosial.

Menurutnya, fenomena tersebut kini terlihat lebih terbuka, termasuk pasangan sesama jenis yang tinggal bersama di rumah kontrakan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Jhonfery Sidabalok, saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#pelangi #Kotawaringin Barat (Kobar) #lgbt