DLH Ambil Sampel Air Sungai Arut untuk Pantau Kualitas

Syamsudin Danuri • Dipublikasikan Senin, 20 April 2026 | 11:50 WIB
Petugas DLH Kotawaringin Barat mengambil sampel air di Sungai Arut untuk mengecek kualitas air sungai. (dlh kobar)
Petugas DLH Kotawaringin Barat mengambil sampel air di Sungai Arut untuk mengecek kualitas air sungai. (dlh kobar)

 

 PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan pengambilan sampel air Sungai Arut pada 13–17 April 2026 guna memantau kualitas air dan mengendalikan pencemaran.

Kegiatan ini dilaksanakan di lima titik yang mewakili wilayah hulu hingga hilir, yakni Desa Sukarami dan Kelurahan Pangkut (Kecamatan Arut Utara), Desa Runtu dan Kelurahan Baru (Kecamatan Arut Selatan), serta kawasan Simpang Tiga di bagian hilir. Pemilihan lokasi dilakukan untuk memperoleh data yang representatif terhadap kondisi sungai secara menyeluruh.

Pengambilan sampel melibatkan Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati bersama UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kobar. Sampel kemudian dianalisis di laboratorium menggunakan metode standar nasional untuk memastikan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kobar Endro Budi Utomo mengatakan, pengambilan sampel dilakukan secara representatif agar hasil analisis mencerminkan kondisi kualitas air yang dipengaruhi faktor musim, geografis, dan aktivitas manusia di sekitar sungai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kobar Syahyani menyatakan, data hasil pemantauan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pengendalian pencemaran dan pengelolaan kualitas air, serta mendukung pencapaian target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

Pemantauan kualitas air Sungai Arut dilakukan secara rutin dua kali setahun dengan mempertimbangkan kondisi musim. Parameter yang diuji meliputi aspek fisika, kimia, dan biologi, seperti pH, DO, BOD, COD, TSS, nitrat, fosfat, serta fecal coliform.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berharap kegiatan ini menghasilkan data akurat dan berkelanjutan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menjaga kualitas air dan kelestarian lingkungan. (sam/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
sungai arut Kotawaringin Barat (Kobar) DLH