Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kobar Diguyur Hujan Semalam Suntuk, Puluhan Hektare Lahan Pertanian Terendam Banjir

Koko Sulistyo • Selasa, 7 April 2026 | 11:13 WIB
Banjir merendam area pertanian masyarakat di tiga desa di Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa 7 April 2026. (WARGA/RADAR SAMPIT)
Banjir merendam area pertanian masyarakat di tiga desa di Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa 7 April 2026. (WARGA/RADAR SAMPIT)
PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)  menyebabkan puluhan hektar lahan persawahan masyarakat di Kecamatan Pangkalan Banteng terendam banjir.

Hujan yang terjadi sejak sore hingga subuh Selasa 7 April 2026 ini bukan hanya merendam persawahan tetapi juga fasilitas publik seperti jalan poros desa. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tercatat 3 desa yang terdampak banjir.

Namun demikian, banjir tidak membawa dampak signifikan bagi kelangsungan tanaman padi masyarakat, mengingat banjir sifatnya hanya sementara dan dalam hitungan jam akan kembali surut.

Kepala Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Banteng, Warjoko mengatakan, intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan saluran irigasi pertanian tidak mampu menampung air sehingga meluap masuk ke area persawahan.

"Kalau di estimasi persawahan di desa kami yang terendam banjir seluas 60 hektar," terangnya.

Menurut dia, terendamnya area persawahan masyarakat tidak berdampak signifikan bagi kelangsungan tanaman padi masyarakat, hal itu karena pertanian mereka tadah hujan.

"Kalau intensitas tinggi ya meluap, cuma durasi banjir itu tidak lama, biasanya sehari surut kembali seperti biasa, namun saat ini air masih merendam kemungkinan sore sudah surut kembali," imbuhnya.

Kepala Desa Marga Mulya, Hexa Aminatun menyampaikan dampak hujan dengan durasi waktu yang lama mengakibatkan area persawahan seluas 30 hektar terendam banjir.

Akibatnya, petani di desa mereka terancam merugi, lantaran puluhan hektar tanaman padi masyarakat yang baru saja ditanam itu masih rentan rusak bila terendam banjir.

"Untuk saat ini masih proses pengolahan lahan karena habis panen ada beberapa yang baru tanam padi, dan berpotensi rusak karena baru tanam sudah terendam, kita harapkan siang atau sore nanti sudah surut," harapnya.

Ia menyebut banjir hanya terjadi di area persawahan untuk jalan permukiman dan rumah warga tidak ada yang terdampak, hanya satu rumah di sebelah persawahan yang terdampak.

Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiarto menambahkan 3 rumah di Desa Sungai Pakit ada 3 rumah terdampak banjir, dan persawahan di Marga Mulya dan Berambai Makmur terendam.

Untuk area persawahan yang berpotensi gagal tanam adalah di Desa Marga Mulya, lantaran di desa ini bila banjir air akan lama surutnya.

"Untuk jalan permukiman aman saja, hanya jalan menuju area pertanian masyarakat yang terendam air," ungkapnya.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Andan Santana menegaskan, berdasarkan ground chek personel TRC BPBD terdata ada 3 desa yang terdampak banjir, yaitu Desa Sungai Pakit, Marga Mulya dan Desa Berambai Makmur di Kecamatan Pangkalan Banteng.

Menurutnya di Desa Sungai Pakit jalan permukiman sudah kembali normal, sementara di Desa Berambai Makmur dan Marga Mulya area persawahan masih terendam.

"Untuk di dalam kota Pangkalan Bun, banjir permukiman terjadi di Jalan Musang yang setiap hujan menjadi langganan banjir," pungkasnya (tyo/sla)



Editor : Slamet Harmoko
#sawah kebanjiran #kobar #banjir #Pangkalan Bun #hujan