KASONGAN, radarsampit.jawapos.com - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Kabupaten Katingan belum juga berakhir.
Meski antrean tidak sepanjang sebelumnya, warga masih kesulitan mendapatkan BBM nonsubsidi tersebut akibat kuota yang disebut masih dipangkas oleh pihak Pertamina.
Manajemen PT Insan Mulia Raya, Didik, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan jatah Pertamax untuk Kabupaten Katingan hingga kini masih dikurangi sekitar separuh dari kuota normal.
“Kuota untuk Pertamax dikurangi separuh. Mudah-mudahan ini bisa cepat berakhir seperti Palangka Raya,” ujarnya kepada media ini, Minggu (10/5/2026).
Menurut Didik, pengurangan kuota itu sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Dampaknya, pasokan Pertamax di Kasongan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebelum Pemerintah Kabupaten Katingan menerapkan pembatasan pembelian BBM, stok Pertamax di SPBU biasanya sudah habis sekitar pukul 10.00 WIB.
Setelah pembatasan diberlakukan, penjualan bisa bertahan sedikit lebih lama, namun rata-rata tetap ludes sekitar pukul 12.00 WIB siang. “Setelah itu biasanya yang tersisa hanya Pertamax Turbo,” katanya.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan juga masih terlihat di sejumlah SPBU untuk mendapatkan Pertalite. Padahal kuota Pertalite disebut tidak mengalami pengurangan dan operasional SPBU dibuka hingga 24 jam.
Sementara itu, pada Minggu (10/5/2026), penjualan Pertamax di SPBU bahkan tidak dilakukan sama sekali karena tidak ada pasokan dari Pertamina. “Untuk Minggu Pertamax memang tidak dikirim dari Pertamina,” tegas Didik. (ktr-3/sla)
Editor : Slamet Harmoko