KASONGAN, radarsampit.jawapos.com - Bupati Katingan, Saiful, menegaskan pemerintah daerah akan bergerak cepat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini dinilai belum sebanding dengan besarnya potensi daerah.
Menurut Saiful, persoalan utama rendahnya PAD bukan karena minim potensi, melainkan lemahnya pendataan dan pengawasan di lapangan.
“Potensi kita besar, baik dari sektor tambang, pariwisata maupun pajak daerah. Tapi belum tergarap maksimal karena data belum akurat dan pengawasan masih lemah,” kata Saiful, Sabtu (11/4/2026).
Ia menegaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah pembenahan data secara menyeluruh terhadap objek dan subjek pajak, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) serta sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
“Kalau tidak terdata dengan baik, tidak mungkin bisa ditarik pajaknya. Ini yang akan kita benahi dulu,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendorong digitalisasi sistem pemungutan pajak dan retribusi guna menutup celah kebocoran pendapatan.
“Ke depan kita dorong pembayaran pajak secara online. Ini untuk menghindari kebocoran dan meningkatkan transparansi,” tegasnya.
Saiful juga memberi perhatian serius pada sektor pertambangan, khususnya aktivitas galian C yang dinilai memiliki potensi besar namun belum memberikan kontribusi optimal terhadap PAD.
“Kita akan tertibkan tambang, termasuk memastikan seluruh produksi tercatat dan membayar kewajiban. Yang ilegal tentu akan kita tindak,” katanya.
Di sektor pariwisata, pemerintah daerah akan mulai mengoptimalkan potensi yang ada dengan memperbaiki pengelolaan destinasi agar mampu menghasilkan pendapatan melalui retribusi dan pajak.
Tak hanya itu, Saiful juga menyoroti peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PAD.
“BUMD harus profesional dan berorientasi bisnis. Tidak boleh terus menjadi beban daerah, tapi harus bisa menyumbang deviden,” ujarnya.
Orang nomor satu di kabupaten Berjuluk Penyang Hinje Simpei ini menambahkan, optimalisasi aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan juga akan menjadi salah satu sumber peningkatan PAD.
“Banyak aset kita yang belum produktif. Ini akan kita dorong untuk dikelola, baik melalui sewa maupun kerja sama dengan pihak ketiga,” jelasnya.
Dirinya menegaskan, seluruh langkah tersebut akan dibarengi dengan penguatan regulasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur. “Intinya kita ingin PAD meningkat melalui sistem yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel,” tandasnya. (ktr-3)
Editor : Slamet Harmoko