KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com - Produksi sektor perikanan tangkap Kabupaten Gunung Mas (Gumas) terus mengalami penurunan signifikan yang diakibatkan oleh faktor lingkungan dan sosial. Ini dikhawartirkan akan mengancam keberlanjutan sektor perikanan daerah.
"Faktor utama penurunan produksi sektor perikanan tangkap yaitu kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan rakyat, pencemaran ekosistem air, dan jumlah nelayan berkurang," ucap Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gumas Eigh Manto, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Demi Percepat Pemerataan Listrik hingga Pelosok. Bupati Seruyan Sampai Lakukan Ini di PLN Pusat...
Dia mengatakan, alih fungsi lahan jadi perkebunan turut persempit wilayah tangkap yang menjadikan aktivitas nelayan semakin terhimpit. Ditambah lagi, profesi nelayan yang bukan jadi mata pencaharian utama. Itu menyebabkan minat masyarakat untuk bertahan di sektor ini terus menurun.
"Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak. Harus langkah penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan," jelasnya.
Di sisi lain, kata dia, budidaya perikanan justru terus memperlihatkan tren pertumbuhan fluktuatif namun menjanjikan. Dari data terbaru, produksi perikanan budidaya di tahun 2023 mencapai 1.252,26 ton, dan naik menjadi 1.312,95 ton di tahun 2024, serta turun sedikit jadi 1.277,37 ton di tahun 2025.
Baca Juga: APRI Kalteng Percepat Penetapan WPR
"Meski trennya mengalami fluktuasi, namun sektor ini tetap menunjukkan ketahanan dan potensi besar untuk terus berkembang," terangnya.
Saat ini, lanjut dia, komoditas ikan patin masih tetap konsisten menjadi tulang punggung produksi setiap tahunnya, disusul ikan nila dan gurami yang terus didorong pengembangannya sebagai komoditas unggulan daerah.
“Upaya serius terus dilakukan untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor ini, agar semakin menggeliat dan digeluti masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Saluran Induk Pengendali Banjir di Pangkalan Bun Dipenuhi Sampah
Dia menambahkan, upaya yang dilakukan adalah dengan menggulirkan berbagai program strategis, mulai dari bantuan benih dan pakan ikan kepada kelompok pembudidaya, penguatan kelembagaan kelompok, hingga pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal.
"Berbagai program itu untuk keberlanjutan sektor perikanan secara keseluruhan di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini," pungkasnya. (arm/fm)
Editor : Farid Mahliyannor