Air Baku Mulai Asin, Perumda Tirta Pambelom Kapuas Terapkan Pengaliran Bergilir

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:53 WIB
Ilustrasi Air Bersih (AI)
Ilustrasi Air Bersih (AI)

KUALA KAPUAS, radarsampit.jawapos.com – Pelanggan Perumda Tirta Pambelom Kabupaten Kapuas harus bersiap menghadapi pengaliran air bersih secara bergilir mulai Selasa (11/8/2026).

Kebijakan tersebut diterapkan setelah air baku Sungai Kapuas Murung terdampak intrusi air laut sehingga kadar air menjadi asin dan mengganggu proses pengolahan.

Direktur Perumda Tirta Pambelom Kapuas, Abisua Setia Nugroho, mengatakan kondisi air baku membuat operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) harus disesuaikan.

Saat ini, pengolahan air dilakukan dengan kapasitas sekitar 100 liter per detik menggunakan sumber air baku dari wilayah Palingkau.

Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, perusahaan menerapkan sistem pengaliran bergilir berdasarkan wilayah. Pergantian pengaliran dilakukan setiap hari mulai pukul 04.00 WIB.

Pada Selasa (11/8), pengaliran air ditujukan untuk Wilayah I. Kawasan yang masuk dalam jadwal tersebut antara lain Jalan Sudirman, Melati, Tendean, MT Haryono, MT Sugiono, Sutojo, Firdasus, Untung Surapati, Kalimantan, Kasturi, Perumnas P. Telo, Mawar, P. Seth Adji, Milono, Teratai, Sugiman, Panglima Batur, KS Tubun, Surapto, RA Kartini, Serimpi, S. Parman, Ahmad Yani, DI Panjaitan, Anggrek dan Mahakam.

Sementara pada Rabu (12/8), giliran pengaliran diberikan kepada Wilayah II. Wilayah ini mencakup Jalan Tjilik Riwut, Pemuda, Meranti, Patih Rumbih, Tambun Bungai, Garuda, Sulawesi, Sumatera, Agatis, Keruing, Handel Selamat, Durian, Lintas Kalimantan, Pemuda Permai, Nusa Indah, Kenanga, Pilau, Jawa, Maluku, Perwira, Kapuas, Barito, Singaduta, Sei Tatas, Sei Kayu serta Perum Pondok Indah Resident.

Perumda meminta pelanggan memanfaatkan waktu saat air mengalir dengan menampung air untuk kebutuhan utama. Pelanggan juga diminta tidak menggunakan pompa untuk menyedot air langsung dari jaringan pipa karena dapat mengganggu distribusi ke pelanggan lainnya.

“Kami mengimbau pelanggan untuk menampung air pada saat mengalir dan menggunakan air secara bijak untuk keperluan utama,” kata Abisua.

Penerapan sistem bergilir tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mempertahankan keberlangsungan pelayanan di tengah terganggunya kualitas sumber air baku. Perumda Tirta Pambelom juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama kebijakan tersebut diberlakukan.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan dampak intrusi air laut terhadap layanan air bersih masyarakat. Jika kualitas air baku belum kembali normal, pengaturan distribusi secara bergilir berpotensi terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan. (ant)

Editor : Slamet Harmoko
Sumber : ANTARA
intrusi air laut Air Baku kapuas air asin