Hari Kedua Pencarian, Basarnas Sisir Sungai Kapuas Cari Bocah 11 Tahun yang Hilang Saat Berenang

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Senin, 8 Juni 2026 | 11:25 WIB
Basarnas Palangka Raya bersama tim gabungan mencari anak usia 11 tahu yang tenggelam di Sungai Kapuas. (Basarnas/Radar Sampit)
Basarnas Palangka Raya bersama tim gabungan mencari anak usia 11 tahu yang tenggelam di Sungai Kapuas. (Basarnas/Radar Sampit)

KUALA KAPUAS, radarsampit.jawapos.com – Tim gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap JN (11), bocah yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Kapuas, Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas.

Memasuki hari kedua operasi pencarian, Senin (8/6), Basarnas Palangka Raya memfokuskan penyisiran di perairan sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, Ketut Alit Supartana, mengatakan operasi pencarian dimulai sejak pagi dengan pelaksanaan briefing kesiapan personel dan peralatan sebelum tim diterjunkan ke lapangan.

"Pencarian hari ini memasuki hari kedua masa pencarian terhadap korban," kata Ketut Alit.

Sekitar pukul 07.00 WIB, tim gabungan langsung bergerak melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan berdasarkan titik terakhir korban terlihat.

Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Basarnas Palangka Raya, personel Polsek Kapuas Hulu, relawan Balakar 545 Kapuas, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Menurut Ketut, fokus pencarian saat ini dilakukan melalui penyisiran jalur sungai menggunakan perahu dan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.

"Operasi kami hari ini fokus pada penyisiran air. Jika korban berhasil ditemukan, tim akan langsung mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.

Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Malik, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/6) sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu korban diketahui sedang berenang bersama beberapa temannya di Sungai Kapuas. Setelah selesai berenang, korban sempat naik ke tepi sungai dan terlihat duduk sendirian.

Namun tidak lama kemudian, saat teman-temannya kembali menoleh ke arah korban, bocah tersebut sudah tidak terlihat lagi di lokasi.

"Korban terakhir kali terlihat sedang duduk di tepi sungai. Ketika temannya lengah dan menoleh kembali, korban sudah tidak berada di tempat," jelas Malik.

Warga bersama keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri hingga malam hari. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga kejadian itu dilaporkan kepada Basarnas Palangka Raya untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

Basarnas juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai. Arus yang deras, kedalaman yang tidak merata, serta kondisi dasar sungai yang sulit diprediksi dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak.

Selain itu, orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak saat bermain atau berenang di sungai guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Laporan yang cepat akan membantu mempercepat proses pencarian dan pertolongan sehingga peluang korban ditemukan lebih besar," pungkasnya. (daq)

Editor : Slamet Harmoko
sungai kapuas basarnas kuala kapuas bocah tenggelam berenang