
Di tengah perjuangan memadamkan karhutla yang belum sepenuhnya usai, ada kepedulian yang datang untuk menguatkan mereka yang berjibaku di lapangan. Kepedulian itu datang dari Perkumpulan Sosial Bakti (PSB) Sampit bersama Perkumpulan Warga Fuqing Sampit.
-------------------
Puluhan dus air mineral, minuman energi, hingga makanan ringan disalurkan Perkumpulan Sosial Bakti (PSB) Sampit bersama Perkumpulan Warga Fuqing Sampit. Bantuan itu menjadi bentuk perhatian bagi petugas dan relawan yang terus bersiaga menghadapi karhutla di wilayah Sampit dan sekitarnya.
Di balik bantuan air minum dan makanan ringan itu, tersimpan pesan bahwa para petugas di lapangan tidak berjuang sendirian. Ada masyarakat yang ikut memikirkan kebutuhan mereka, meski tidak turun langsung menghadapi kobaran api.
Bagi mereka yang berjuang di tengah panas dan kepulan asap, dukungan sekecil apa pun memiliki arti. Sebab, upaya memadamkan api bukan hanya membutuhkan tenaga dan peralatan, tetapi juga kepedulian dari masyarakat yang merasakan dampak bencana tersebut.
Kepedulian PSB dan warga Fuqing juga menyasar masyarakat yang harus menjalani aktivitas di tengah ancaman kabut asap. Pada 11 Oktober lalu, mereka membagikan 2.000 masker gratis kepada warga di kawasan Taman Kota Sampit.
Kepedulian kedua organisasi ini tidak berhenti dalam satu kesempatan. Bantuan disalurkan dalam dua tahap, yakni pada 17 Agustus 2026 dan kembali dilanjutkan pada Senin (19/10).
Diungkapkan Ketua PSB Sampit The Artha Kusuma, yang akrab disapa Acun, bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para relawan dan tim satuan tugas (satgas) karhutla yang terus bekerja di tengah situasi sulit.
“Bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi serta dorongan semangat bagi relawan dan tim satgas karhutla yang terus bersiaga dan melakukan pemadaman karhutla di wilayah Sampit dan sekitarnya,” ujar Acun usai menyerahkan bantuan kepada Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati, Senin (19/10).
Diungkapkannya pula, masker menjadi salah satu perlengkapan untuk membantu mengurangi paparan partikel asap saat beraktivitas.
Acun menegaskan, aksi sosial itu merupakan bagian dari komitmen organisasinya untuk membantu daerah menghadapi dampak karhutla.“Aksi ini bertujuan untuk melindungi kesehatan warga dari dampak paparan asap akibat karhutla. Serta sebagai wujud komitmen kami membantu daerah menghadapi dampak karhutla,” ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Agustiar Salurkan Bantuan Pangan hingga Air Bersih ke Seruyan
Sementara itu, Ketua Fuqing Sampit Candra Susanto bersama Dewan Pembina PSB, Koteng juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi bencana. Menurut mereka, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas dan relawan. Dukungan seluruh elemen masyarakat juga dibutuhkan agar upaya penanggulangan berjalan lebih kuat.
Koteng mengingatkan, semangat gotong royong harus terus dijaga, terlebih ketika masyarakat menghadapi situasi darurat yang berdampak luas.
“Diperlukan semangat kebersamaan seluruh masyarakat dalam mendukung aparat yang bertugas di lapangan. Kita harus terus saling bahu-membahu menjaga kelestarian lingkungan dan membantu sesama di Kotim,” paparnya.
Kepedulian tersebut menunjukkan bahwa menghadapi bencana bukan hanya soal siapa yang berada paling dekat dengan api, melainkan juga bagaimana masyarakat saling menguatkan. Sebab, ketika api mengancam lingkungan dan asap mengusik kehidupan warga, semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan untuk bertahan dan bangkit bersama.(uzi/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama