NANGA BULIK-Karhutla terus memperlihatkan dampak seriusnya di Kalimantan Tengah (Kalteng). Api bukan hanya membakar semak dan lahan kering, tetapi juga mengancam aset produktif petani lokasl hingga permukiman warga.
Seperti yang melanda Tanah Kas Desa (TKD) Purwareja, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau. Pemandangan tak biasa terlihat saat kebakaran melanda lahan sawit, Selasa (6/10). Pohon-pohon sawit yang selama bertahun-tahun dirawat justru tumbang satu per satu meski sebagian masih tampak hijau.
Dari sekitar 10 hektare areal perkebunan, sedikitnya tujuh hektare terdampak kebakaran. Api yang melanda lahan gambut tidak selalu terlihat berkobar besar. Bara justru menjalar perlahan melalui lapisan bahan organik kering di bawah permukaan tanah.
Akar sawit pun ikut terbakar. Tanaman yang dari atas masih terlihat sehat perlahan kehilangan pijakan. Setelah akarnya tak lagi mampu menopang batang, pohon pun miring hingga akhirnya rebah.
Fenomena tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana kebakaran di lahan gambut dapat bekerja secara diam-diam. Api bukan hanya bergerak di permukaan, tetapi merambat di bawah tanah dan membakar lapisan tempat akar tanaman tumbuh.
Warga yang melihat kondisi tersebut bahkan sempat melontarkan candaan getir.“Lahan yang terbakar, sawitnya pada tidur, ngantuk katanya,” cetus seorang warga.
Baca Juga: Api Karhula Menyasar Kawasan Perbukitan di Kabupaten Lamandau,Sudah Dua Bukit Hutan Tropis Terbakar
Kerugian yang ditanggung tidak sedikit. Tanaman sawit di TKD Purwareja telah berusia sekitar delapan tahun dan berada pada masa produktif. Sekali panen, hasilnya rata-rata mencapai empat ton dengan rotasi panen sekitar tiga minggu.
Pengelolaannya diharapkan dapat menopang berbagai kebutuhan desa sekaligus mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan sejak pembukaan lahan, penanaman hingga perawatan tanaman.
Plt Camat Sematu Jaya Tri Santoso mengatakan, kondisi tersebut terasa semakin menyakitkan, karena tanaman yang terbakar justru tengah menghasilkan buah dalam jumlah banyak.
“Sudah panen, hasil untuk pendapatan desa, tapi masih ada tanggungan pinjaman untuk membuka lahan, penanaman dan perawatan. Sayang sekali, lagi banyak-banyaknya buah padahal,” ujarnya.
Pemadaman juga dilakukan Satgas Karhutla kabupaten, kecamatan, pemerintah desa bersama warga, untuk menahan api agar tidak meluas ke areal lainnya.(mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama