Upaya Pemadaman Karhutla di Kalteng masih Gencar

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:24 WIB

 Anggota Satgas di Palangka Raya saat melakukan pendinginan di salah satu lahan yang telah terbakar, baru-baru tadi. (istimewa)

Anggota Satgas di Palangka Raya saat melakukan pendinginan di salah satu lahan yang telah terbakar, baru-baru tadi. (istimewa)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya masih belum menunjukkan tanda berhenti. Meski telah berlangsung berbulan-bulan, petugas gabungan tetap berjibaku melakukan pemadaman, penyekatan, pendinginan hingga patroli di sejumlah kawasan rawan.

Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, hingga Minggu (4/10/2026), telah terjadi 767 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 1.375,29 hektare.

Dengan karhutla yang masih terjadi dan luasan lahan terbakar yang terus bertambah, penanganan di Palangka Raya kini tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Patroli, pencegahan, penyekatan, pendinginan, pengawasan lokasi bekas kebakaran, hingga dukungan anggaran menjadi bagian penting untuk menekan potensi api kembali muncul.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna mengatakan, jajaran kepolisian terus melakukan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan karhutla. Salah satunya di sepanjang Jalan Tjilik Riwut dan sejumlah kawasan lainnya.

Baca Juga: Dini Hari Cafe Amber Island di Palangka Raya Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

“Patroli ini kami laksanakan untuk memantau wilayah rawan sekaligus mencegah adanya pembakaran hutan dan lahan. Jika ditemukan hal yang mencurigakan, petugas akan segera melakukan penanganan sesuai ketentuan,” tegas Andiyatna.

Patroli menyasar sejumlah jalur, mulai dari kawasan Pospol Lantas Bundaran Besar, Jalan Tjilik Riwut, Jalan Hiu Putih, Jalan Merdeka hingga Jalan Tjilik Riwut Km 23. Petugas juga menyisir Jalan Imam Bonjol, RTA Milono, Adonis Samad, Mahir Mahar, Kameloh Baru, Tabat Kalsa, Telawang hingga Seth Adji.

Sejumlah pos penanganan karhutla juga menjadi bagian dari pemantauan, di antaranya Pos 1 Karhutla, Pos 9 Jalan Tabat Kalsa dan Pos 10 Kameloh.

“Patroli ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan dengan memantau sejumlah jalur dan kawasan yang dilalui. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan,” ujarnya.

Dipaparkan, penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Pariwisata, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu.Area lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare. Petugas berhasil melakukan pemadaman pada area sekitar 100 x 30 meter. Namun, masih ditemukan bagian lahan yang mengeluarkan kepulan asap sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.

Kondisi angin yang cukup kencang serta keterbatasan sumber air menjadi kendala petugas. Karena itu, pendinginan dan pembasahan dilakukan secara berkala untuk memastikan bara di dalam lahan tidak kembali menyala.

 

Penanganan juga dilakukan di Jalan Diklat Ujung, Kelurahan Bukit Tunggal. Luasan lahan terbakar diperkirakan mencapai enam hektare. Sekitar tiga hektare diantaranya telah berhasil dipadamkan.

Petugas masih menangani bagian lahan yang mengeluarkan asap akibat bara yang kembali menyala.Sementara itu, di Jalan Tumbang Talaken Km 83, Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, petugas menemukan areal terbakar sekitar 0,5 hektare. Vegetasi di lokasi didominasi kondisi kering.

“Upaya penyekatan, pemadaman dan pendinginan dilakukan menggunakan tiga unit mesin pemadam,”tegasnya.

Beber Pamen Polri ini, kepolisian juga melakukan langkah penyelidikan di lokasi bekas karhutla. Polsek Rakumpit memasang banner Police Line di kawasan Jalan Tumbang Talaken Km 80, Kelurahan Bukit Sua, Kecamatan Rakumpit.

Lahan yang dipasangi tanda tersebut memiliki luas sekitar 10.000 meter persegi. Pemasangan Police Line dilakukan untuk menandai lokasi sekaligus mendukung proses penyelidikan.”Jadi tidak hanya patroli, penanganan,tetapi juga langkah konkret,”tandasnya.

Di lain tempat, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah juga melakukan pemadaman di wilayah Desa Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining mengatakan, berdasarkan laporan Posko Dalkarhutla, terdapat dua titik kebakaran dengan luasan masing-masing sekitar 0,22 hektare dan 0,08 hektare.Pemadaman berlangsung hingga pukul 16.58 WIB. Kondisi lapangan didominasi semak belukar, pakis-pakisan, serta vegetasi seperti pohon tumih dan geronggang.

Meski api berhasil dikendalikan, tim masih menemukan kepulan asap di bagian tengah lokasi. Proses pendinginan pun terus dilakukan.“Pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat, tetapi juga dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap benar-benar aman,” ungkap Agustan.

Penanganan melibatkan personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng, ASN Dinas Kehutanan, petugas pemadam darat, BPBD Provinsi Kalteng, Manggala Agni, TNI dan Polri.Untuk mendukung operasi, tim mengerahkan satu unit mobil tangki water supply berkapasitas 5.000 liter dan satu unit mobil tangki PTO berkapasitas 10.000 liter. Sejumlah peralatan pemadaman juga digunakan, termasuk sembilan roll selang tembak 1,5 inci, nozzle spray, nozzle jet dan Y connector.(daq/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
pendinginan pemadaman polresta karhutla petugas gabungan