Luas Lahan Terbakar di Palangka Raya sudah 1.363,66 Hektare

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:26 WIB
kabut asap di bantaran Sungai Kahayan di sekitar Kota Palangka Raya, yang membuat terbatasnya jarak pandang dan memburuknya kualitas udara, Jumat (2/10). (dodi/radarsampit)
kabut asap di bantaran Sungai Kahayan di sekitar Kota Palangka Raya, yang membuat terbatasnya jarak pandang dan memburuknya kualitas udara, Jumat (2/10). (dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya belum sepenuhnya berakhir. Meski jumlah titik api mulai berkurang, petugas gabungan masih harus berjibaku di sejumlah lokasi yang menyisakan bara dan berpotensi kembali terbakar.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat, hingga 2 Oktober 2026 sudah terjadi 740 kejadian karhutla. Total luasan lahan yang terbakar mencapai 1.363,66 hektare. Kondisi Palangka Raya, Jumat (2/10/2026), kualitas udara terus dalam kondisi berbahaya Kabut asap telah menyelimuti kota. Jarak pandang terbatas dan masih ada ratusan titik panas.

Kondisi tersebut membuat satuan tugas (satgas) yang dibentuk Polresta Palangka Raya bersama Polda Kalteng dan tim penanganan karhutla terus meningkatkan upaya pemadaman maupun pencegahan. Respons cepat menjadi kunci agar api tidak kembali meluas, terutama pada kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, dari sejumlah wilayah yang terdampak, Kecamatan Jekan Raya menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak.

Setiap laporan yang masuk, lanjut dia, langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman ke lokasi."Setiap laporan yang masuk langsung kami tindaklanjuti dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman ke lokasi," kata Heri,Jumat (2/10/2026).

Baca Juga: Sejumlah Pos Karhutla Disiagakan di Seputar Palangka Raya

Menurutnya, kecepatan penanganan sangat penting. Api yang terlihat kecil dapat dengan cepat menjalar apabila kondisi lahan kering dan angin mendukung. Risiko tersebut semakin tinggi pada lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lahan biasa.

Karena itu, pemadaman tidak cukup hanya dilakukan dengan memutus api yang terlihat. Petugas juga harus memastikan bara di dalam maupun sekitar lahan benar-benar padam melalui pendinginan dan pembasahan.

“Penanganan karhutla pun tidak dilakukan BPBD seorang diri. Di lapangan, upaya pemadaman melibatkan banyak unsur. Mulai Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemadam kebakaran, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga perangkat kecamatan dan kelurahan,”tandasnya.

 

Sementara itu, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna mengatakan, jajaran kepolisian terus menjaga kesiapan personel dan sarana-prasarana (sarpras) untuk menghadapi karhutla. Kesiapan tersebut diperlukan agar setiap laporan kebakaran dapat segera direspons dan penanganan di lapangan berjalan secara terkoordinasi.

Kata dia, sejumlah lokasi masih menjadi perhatian petugas. Salah satunya kebakaran lahan di kawasan Jalan Pariwisata, Kelurahan Banturung. Di lokasi tersebut, area yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare.

Karakteristik lahannya juga menjadi tantangan tersendiri. Area tersebut berkontur tanah gambut dengan permukaan yang dipenuhi tanaman liar dan semak belukar kering. Kondisi itu membuat petugas harus melakukan penanganan secara maksimal untuk memastikan api tidak kembali menyala.

“Penanganan juga dilakukan di bahu Jalan Mahir Mahar Km 8, kawasan lingkar luar. Lahan di lokasi tersebut juga berkontur gambut dengan permukaan yang dipenuhi semak belukar kering. Petugas berhasil memadamkan kebakaran dengan luasan sekitar 0,40 hektare. Setelah api berhasil dikendalikan, penanganan dilanjutkan dengan proses pendinginan dan pembasahan,”tuturnya.

Lanjutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang dapat memicu kebakaran susulan. Sementara di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 18, Kelurahan Marang, petugas menangani sisa kebakaran lahan sebelumnya.

Meskipun api telah ditangani, petugas tetap melakukan pemadaman secara optimal. Sebab, bara yang tersisa berpotensi kembali menyala dan merambat ke lahan di sekitarnya.

"Sejumlah lokasi masih terbakar dan ada pula yang merupakan sisa kebakaran sebelumnya. Karena itu, penanganan harus dilakukan secara optimal agar benar-benar padam dan tidak merambat ke lahan di sekitarnya," ujar Andiyatna.

Dipaparkannya, selain melakukan pemadaman, Tim KRYD Karhutla Polresta Palangka Raya juga rutin melaksanakan patroli. Petugas menyusuri sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi terjadi karhutla.

Patroli antara lain menyasar Jalan Yos Sudarso, Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar, Pos 1 Siaga Karhutla Simpang Lingkar Luar, Jalan Tingang, Jalan Keminting hingga kawasan Kompleks Kampus Universitas Palangka Raya (UPR).

Pemantauan juga dilakukan di sepanjang Km 12 hingga Km 23 Jalan Tjilik Riwut. Petugas kemudian melanjutkan patroli menuju Pos 1 Karhutla di Jalan Tingang Ujung serta sejumlah ruas jalan di sekitarnya.

“Personel juga melakukan kontrol ke Pos 1 Siaga Karhutla. Kondisi lahan yang berpotensi terbakar dipantau secara berkala sebagai bagian dari langkah pencegahan.Konkretnya satu langkah, yakni penanganan karhutla dan semoga kondisi saat ini segera berlalu,”pungkasnya. (daq/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
titik panas PALANGKA RAYA terbakar karhutla kualitas udara