PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, menyayangkan pernyataan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) yang menyebutkan kabut asap di wilayahnya merupakan dampak yang timbul dari Kalteng.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak semestinya saling menyalahkan karena dalam kondisi sekarang ini yang perlu diperhatikan adalah bagaimana koordinasi untuk penanganan bersama.
"Soal penanganan karhutla inikan penting kita perhatikan, baik antarpemerintah di satu provinsi atau pemerintah di regional Kalimantan. Jadi jangan saling menyalahkan," katanya, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: Harga BBM Pertamina 1 Oktober 2026 Tak Naik, Subsidi dan Non Subsidi Tetap
Kabut asap pekat yang belakangan ini terjadi, baik di wilayah Kalteng maupun Kalbar tidak bisa diperkirakan darimana sumber pastinya sekalipun kejadian Karhutla di dua provinsi ini cukup banyak.
"Kan tidak mungkin mengatur asap, kita tidak tahu sumbernya dari mana karena terbawa angin. Kabut di Kalteng bisa saja karena kejadian karhutla di sini, begitupun kabut asap di Kalbar bisa berasal dari daerah setempat," ucapnya.
Terkait hal tersebut politikus PDI Perjuangan ini mengajak pemerintah di Kalimantan, khususnya Kalbar dan Kalteng mengedepankan langkah konkret penanggulangan Karhutla daripada memperdebatkan asal-muasal asap.
Baca Juga: Kendaraan Listrik di Jatim Naik Tajam, Tembus 17 Persen. Sampai Kapan Pajaknya Dibebaskan?
Hal tersebut penting dikedepankan karena apabila masing-masing wilayah saling menyalahkan, maka persoalan justru tidak akan menyelesaikan masalah karhutla yang sekarang ini dihadapi.
"Persoalan asap seharusnya dilihat sebagai masalah bersama yang membutuhkan kerja sama lintas daerah. Yang terpenting bagaimana kondisi sekarang ini bisa dilewati bersama," pungkasnya. (sho/fm)
Editor : Farid Mahliyannor