PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya Kota Palangka Raya masih perlu penanganan serius. Di lapangan, personel kepolisian masih berjibaku menghadapi bara yang bersembunyi di dalam gambut. Seperti dilakukan Kapolsek Pahandut AKP Iyudi, bersama enam personel bersama Kanit Binmas menangani karhutla di Jalan Diklat Ujung, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.
Lahan yang sebelumnya terbakar kembali mengeluarkan asap. Bara masih tersimpan di dalam tanah gambut. Petugas mengerahkan mesin pompa dengan memanfaatkan air dari sumur bor milik warga untuk menjangkau titik yang masih mengeluarkan asap.
"Bara di lahan gambut perlu ditangani secara menyeluruh agar tidak kembali menyala dan merambat ke area lain," kata Iyudi mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna.
Dari sekitar enam hektare lahan terbakar, petugas telah memadamkan sekitar satu hektare. Namun, sejumlah bara di bagian lahan yang sulit dijangkau masih aktif.
Sementara itu, Regu 5 Satgas Karhutla Polresta Palangka Raya berjibaku di Jalan AMD, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya. Petugas bergerak setelah menerima pembagian tugas dari posko BPBD. Satu mesin pemadam dikerahkan dengan memanfaatkan sumber air dari sumur bor.
Baca Juga: BPBD Sebut Karhutla Palangka Raya Bukan Bencana Alam, Ada Unsur Kesengajaan
Padal Regu 5 Iptu Siswanto mengatakan pemadaman sekaligus penyekatan dilakukan agar api tidak menjalar. "Kami terus melakukan pemadaman dan penyekatan pada bagian yang terbakar, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan agar api tidak kembali menyala," katanya mewakili Kapolresta Palangka Raya.
Dari sekitar 1,5 hektare lahan terbakar, petugas berhasil memadamkan sekitar 0,9 hektare. Penanganan masih berlanjut karena sejumlah titik membutuhkan pembasahan dan pendinginan.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna meminta jajarannya tidak lengah. Setiap perkembangan di lapangan harus segera ditindaklanjuti.
"Setiap perkembangan di lapangan harus terus dipantau dan segera ditindaklanjuti. Saya minta seluruh jajaran menjaga koordinasi, mengoptimalkan langkah pencegahan serta mengutamakan keselamatan dalam setiap penanganan Karhutla,"tegasnya.
Sementara itu, Polda Kalteng menyiapkan layanan kesehatan gratis. Rumah Oksigen dibuka untuk masyarakat Kota Palangka Raya yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Kabiddokkes Polda Kalteng Kombes Pol dr. Yusuf Kidingallo mengatakan fasilitas tersebut disiapkan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat terdampak.
"Rumah Oksigen kami dirikan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap Karhutla. Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Rumah Oksigen Polda Kalteng tersedia di sejumlah lokasi. Di antaranya Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalteng, kawasan dekat Pasar Besar, Pal 21, Jalan Durin Kandang, Jalan Seth Adji, serta Klinik Induk Polda Kalteng di Jalan Rinjani. Selain itu, Polda Kalteng juga memiliki Rumah Oksigen Mobile yang dapat digerakkan sesuai kebutuhan di lapangan.
"Pelayanan Rumah Oksigen tersebut gratis bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan akibat dampak kabut asap Karhutla. Keberadaan Rumah Oksigen ini merupakan bentuk pelayanan Polda Kalteng kepada masyarakat," jelas Yusuf.
Yusuf mengatakan, Rumah Oksigen Mobile tidak hanya disiapkan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung personel yang bekerja siang dan malam di lokasi karhutla. Masker turut dibagikan kepada petugas yang berada di garis depan.
Sebab, asap karhutla bukan sekadar mengganggu pernapasan. Kandungan karbon monoksida dari proses pembakaran tidak sempurna juga menjadi ancaman serius.
"Sudah ada personel yang dilarikan ke rumah sakit karena keracunan karbon monoksida. Itu mengancam nyawa. Kondisinya muntah-muntah dan kekurangan oksigen. Cepat dibawa ke rumah sakit, jika tidak bisa bahaya,pungkas Yusuf.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama