Hujan Ringan mulai Selimuti Kalteng, BMKG: Masih Bersifat Lokal

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 21:37 WIB
Pengendara sepeda motor menggunakan mantel menerobos hujan yang melanda Sampit, belum lama ini. (dok.usay/radarsampit)
Pengendara sepeda motor menggunakan mantel menerobos hujan yang melanda Sampit, belum lama ini. (dok.usay/radarsampit)

PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Iskandar Pangkalan Bun memprakirakan peluang hujan ringan muncul secara lokal di sejumlah wilayah di Kotawaringin Barat.

Forecaster on Duty BMKG Kobar, Ni Kadek Trisna Dewi,  mengatakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah secara umum diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan yang bersifat lokal.

"Kondisi berawan hingga berawan tebal berpotensi terjadi terutama pada pagi hingga siang hari. Pertumbuhan awan konvektif juga terpantau di beberapa wilayah," ujarnya, Minggu 27 September 2026.

Namun, pertumbuhan awan tersebut belum merata. Karena itu, peluang hujan di masing-masing wilayah juga berbeda dan belum dapat dipastikan terjadi secara menyeluruh di Kobar.

Potensi hujan yang muncul diprakirakan berupa hujan ringan dengan sifat lokal. Artinya, hujan bisa terjadi di satu wilayah, sementara kawasan lain di sekitarnya belum tentu mendapatkan guyuran hujan.

Bagi Kobar, potensi hujan tersebut menjadi kabar yang dinantikan setelah kemarau panjang dan kondisi asap karhutla yang sempat menyelimuti sejumlah kawasan.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca untuk Wilayah Barat Kalteng, Berangkat dari Lanud Iskandar Pangkalan Bun

Turunnya hujan diharapkan dapat membantu membasahi permukaan lahan yang kering. Hujan juga berpotensi membantu mengurangi konsentrasi asap secara lokal, terutama di wilayah yang mendapatkan guyuran.

"Meski demikian, hujan ringan yang bersifat lokal belum berarti persoalan karhutla telah berakhir. Kondisi lahan yang masih kering membuat potensi kebakaran tetap perlu diwaspadai," tegasnya.

Ni Kadek mengingatkan perkembangan cuaca masih dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer dan pertumbuhan awan. Masyarakat pun diminta terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru.

Kondisi cuaca berawan juga tidak serta-merta membuat seluruh wilayah Kobar terbebas dari asap. Sebaran asap sangat bergantung pada lokasi kebakaran, arah angin, serta kondisi atmosfer setempat.

"Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan rawan karhutla, tetap diminta waspada. Potensi hujan dapat menjadi perkembangan positif, namun kewaspadaan terhadap kebakaran lahan tetap harus dijaga," pungkasnya. (tyo/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
memprakirakan BMKG awan hujan ringan kondisi cuaca