Modifikasi Cuaca untuk Wilayah Barat Kalteng, Berangkat dari Lanud Iskandar Pangkalan Bun

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB
Pesawat Cessna 208 Caravan dengan registrasi PK-YNA, usai modifikasi cuaca di langit Seruyan dan Kotawaringin Barat, Minggu (27/9). (istimewa/BPBD)
Pesawat Cessna 208 Caravan dengan registrasi PK-YNA, usai modifikasi cuaca di langit Seruyan dan Kotawaringin Barat, Minggu (27/9). (istimewa/BPBD)

PANGKALAN BUN,radarsampi6t.jawapos.com-Upaya penanggulangan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah terus diintensifkan. Satuan Tugas Udara (Satgasud) Lanud Iskandar bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merampungkan misi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau penyemaian awan hujan, Minggu 27 September 2026.

​Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kotawaringin Barat (Kobar), Andhan Santana, membenarkan adanya pelaksanaan giat penyemaian awan hujan tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif dan penanganan cepat dalam membasahi lahan-lahan rawan karhutla di kawasan Kalteng.

​"Operasi penyemaian udara ini mengerahkan pesawat jenis Cessna 208 Caravan dengan registrasi PK-YNA," terangnya.

Armada tersebut terbang menyisir sejumlah titik sasaran potensial untuk merangsang pembentukan curah hujan buatan. Adapun rute penerbangan yang ditempuh dalam misi ini melintasi jalur Banjarmasin (BDJ) menuju area sasaran (SAS), dilanjutkan ke Pangkalan Bun (PKN), dan kembali menuju Banjarmasin.

"Seluruh tahapan rute telah diperhitungkan secara matang untuk mengoptimalkan jangkauan sebaran garam penyemai," tegasnya.

​Berdasarkan laporan penerbangan, pesawat lepas landas dari Banjarmasin menuju area sasaran pada pukul 14.33 WIB. Setelah menyelesaikan misi penyemaian di udara, armada berhasil mendarat dengan aman dan lancar di Pangkalan Bun pada pukul 15.46 WIB.

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Sejumlah Wilayah Kotim, Warga Berharap Karhutla Segera Padam

​Operasi udara ini dipimpin oleh Captain Akbar selaku Pilot in Command (PIC) bersama First Officer Gusti, serta didukung tim teknis yang terdiri dari Agus (EOB) dan Jihan (Flight Scientist). Sementara proses penyemprotan bahan semai di udara dieksekusi oleh Amin dan Hayyan.

​Area semai atau blocking area difokuskan pada titik koordinat radial 270°–330° dengan jarak 60 hingga 120 mil laut (nm), serta bearing 300 pada jarak 120 nm. Wilayah sasaran utama penyemaian meliputi area rawan di Kabupaten Seruyan dan Kotawaringin Barat.

Dalam satu kali misi penerbangan tersebut, sebanyak 800 kilogram bahan semai berupa garam dapur (NaCl) telah berhasil ditaburkan secara merata. Harapannya, langkah ini dapat memicu hujan intensif guna menurunkan tingkat kerawanan karhutla di wilayah Kotawaringin Barat dan sekitarnya.

​"Proses penyemaian bahan modifikasi cuaca tersebut dilakukan pada ketinggian penerbangan (altitude) antara 8.000 hingga 12.000 kaki. Pada ketinggian ini, kondisi awan potensial dinilai paling optimal untuk merespons bahan semai," bebernya.(tyo/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
lanud iskandar pangkalan bun OMC Cessna awan hujan modifikasi cuaca