PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Ferry Khaidir, menekankan pentingnya perlakuan khusus pada program pendidikan sebagai upaya pengejar pemerataan berbagai kebutuhan.
Ia menyebutkan, pihaknya mencatat tuntutan pembangunan di sektor ini tidak hanya soal kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga perlu perbaikan dari sisi sumber daya manusia hingga keterjangkauannya untuk masyarakat.
Baca Juga: Polisi Tingkatkan Patroli Objek Vital di Palangka Raya
"Salah satunya soal angka rata-rata sekolah, data BPS itu menunjujkan kisarannya sembilan tahun, yang secara sederhana menggambarkan berada di sekitar jenjang SMP," katanya.
Angka tersebut tentunya harus menjadi pembenahan, karena apa yang digambarkan tersebut menunjukkan jarak antara harapan pendidikan dengan pendidikan yang benar-benar ditempuh masyarakat.
Baca Juga: Respons Karhutla Dinilai Masih Lambat, Dandim 1015 Sampit Minta Petugas Lakukan Ground Check
Tak hanya itu, Ferry juga menyoroti temuan sejumlah sekolah yang membutuhkan rehabilitasi, kekurangan tenaga pendidik, dan tidak sedikit sekolah menghadapi keterbatasan akses teknologi dan pembelajaran digital.
"Karena itu kami menuntut pemerintah menyusun kebijakan yang secara khusus memberi afirmasi untuk daerah yang tertinggal, dari sisi sarananya, dari sisi tenaga pendidik, hingga akses teknogi," ucapnya.
Baca Juga: Penanganan Karhutla di Kotim Terkendala Komunikasi, Pemkab Siapkan Tambahan HT untuk Petugas
Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan, untuk memenuhi semua tuntutan tersebut tentu pemerintah harus memberi pelakuan khusus agar dari sisi perencanaan hingga pelaksanaan anggaran di bidang pendidikan ini bisa menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.
"Keadilan itu-kan bukan berarti memberi sesuatu dengan jumlah sama. Tapi di sini keadilan kita artikan memberi lebih banyak kepada mereka yang memang membutuhkan lebih banyak," pungkasnya. (sho/fm)
Editor : Farid Mahliyannor