PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya masih menguras tenaga dan energi petugas.
Ancaman tersebut mendapat perhatian serius dari jajaran TNI. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turun langsung meninjau lokasi karhutla di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21.Di lokasi, Pangdam melihat kondisi lahan terdampak sekaligus memantau upaya personel mengendalikan titik api.
Pangdam meminta personel meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait.
“Kodam XXII/Tambun Bungai terus berkomitmen bersinergi dengan seluruh unsur terkait dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Di lokasi berbeda, personel Polsek Sabangau berjibaku menangani karhutla di Jalan Manduhara Ujung, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare.
Kapolsek Sabangau Iptu Agung Setiyanto mengatakan, setelah sebagian besar api berhasil dikendalikan, personel melanjutkan pendinginan terhadap lahan yang masih mengeluarkan asap.
Penanganan karhutla juga dilakukan di Jalan Mahir Mahar Km 19. Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare. Sehari bisa beberapa titik dan kondisi lapangan memang membuat potensi api cepat menjalar,”ungkapnya.
Sementara itu, Kapendam XXII/Tambun Bungai Dodo Sahata Simanulang mengatakan personel juga melakukan penanganan di Jalan Tjilik Riwut Km 23. Personel difokuskan untuk memaksimalkan pemadaman, mencegah api merambat ke permukiman dan lahan produktif, serta membuat penyekatan di tepi lahan yang berdekatan dengan badan jalan.
Baca Juga: Perhatian Presiden dan Wapres Belum Ampuh Atasi Karhutla,Langit Kalteng masih Diselimuti Kabut Asap
“Personel juga melaksanakan patroli sisa bara api, pemantauan titik hotspot, dan siaga di lokasi setelah api padam untuk mengantisipasi api kembali menyala akibat angin,” tuturnya.
Ancaman karhutla juga terjadi di Jalan Kranggan 20, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut. Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, petugas melakukan pemadaman dan pendinginan di lahan yang sebelumnya sudah terbakar. Namun, bara api masih membakar lapisan gambut sehingga kembali mengeluarkan asap.
“Kepolisian mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila kembali menemukan titik api,” kata Iyudi.
Kebakaran juga terjadi tidak jauh dari permukiman di Jalan Bandara Utama 2. Kepala Tim BPK Kamboja Sucipto mengatakan pihaknya membantu warga menangani kebakaran lahan tersebut.
Dua unit mesin pompa kebakaran dikerahkan. Petugas memanfaatkan sumber air alami dari drainase atau parit yang masih tersedia. Luas lahan yang terbakar sekitar seperempat hektare.
Petugas melakukan pembasahan hingga bara yang tersisa benar-benar terendam. Tim BPK Kamboja juga menangani kebakaran lahan di Jalan Jati Ujung, tepi Pengeringan 4, tidak jauh dari Masjid Abu Hurairah.
“Tim kemudian melakukan pembatasan dan lokalisasi agar api tidak merembet ke area lain. Tim berusaha membatasi dan melokalisasi agar api dapat berhenti merambat ke mana-mana,” pungkas Ketua BPK Kamboja Sucipto.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama