Krisis Air Bersih Melanda Selatan Kotim, Pemkab Kerahkan Bantuan Air

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 21:47 WIB
Bupati Kotim Halikinnor ketika turun menyalurkan air bersih ke wilayah selatan Kotim, Kamis (17/9).(yuni/radarsampit)
Bupati Kotim Halikinnor ketika turun menyalurkan air bersih ke wilayah selatan Kotim, Kamis (17/9).(yuni/radarsampit)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Intrusi air laut mulai mengganggu ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi ini terjadi setelah sumber air baku Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) dan sekitarnya tercampur air laut hingga tidak lagi layak dikonsumsi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim merespons kondisi tersebut dengan mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, penyaluran dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mencegah dampak kesehatan akibat keterbatasan air bersih.

“Air bersih ini berdampak sekali terhadap kesehatan. Jangan sampai nanti kita KLB (kejadian luar biasa) diare misalnya karena masalah air bersih,”ujarnya, Kamis (17/9).

Dalam penyaluran kali ini, sekitar 40 ribu liter air bersih didistribusikan menggunakan delapan mobil tangki dan 28 mobil profil tank berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Bantuan menyasar sejumlah lokasi, di antaranya Desa Lampuyang, Sungai Ijum Raya, Sebamban dan Parebok. Air tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Halikinnor menegaskan, penyaluran air bersih bukan baru dilakukan pada kegiatan tersebut. Distribusi telah berjlan sejak Agustus lalu dan akan terus dilanjutkan selama masyarakat masih membutuhkan. Pemkab juga meminta kepala desa aktif melaporkan kondisi di lapangan agar dropping dapqt kembali dilakukan ketikabpersediaan warga habis.

“Sepanjang ada laporan dari kepala desa bahwa mereka masih kekeringan dan membutuhkan, kita akan tetap salurkan,” ujarnya.

Baca Juga: Desa Bagendang Tengah Sediakan Air Bersih Gratis dan Rencanakan Distribusi Antardesa

Di tengah kondisi tersebut, Halikinnor berharap hujan segera turun secara alami sehingga persoalan kekurangan air bersih sekaligus ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat berangsur teratasi. Ia juga menyebut kondisi kemarau yang berulang menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab untuk memperkuat perencanaan penyediaan air bersjh ke depan.

Camat Mentaya Hilir Selatan Wahyudah mengatakan, seluruh wilayah di kecamatann nya terdampak kesulitan air bersih. MHS memiliki delapan desa dan dua kelurahan. Namun, kondisi paling berat terjadi di wilayah pesisir bagian selatan, terutama Desa Sungai Ijum Raya dan Sebamban.

 

“Terhitung mulai 1 September sudah tidak bisa digunakan, walaupun masyarakat kami banyak yang sudah pasang PDAM. Kadar airnya sudah mengancam kesehatan,” jelas Wahyudah.

Penyaluran di Sungai Ijum Raya, bantuan air bersih menyasar sekitar 300 kepala keluarga. Distribusi dilakukan hingga ke rumah-rumah warga menggunakan profil tank agar bantuan dapat menjangkau permukiman dan gang yang tidak mudah dimasuki mobil tangki berukuran besar. Pola serupa diterapkan di desa lain yang mengalami kondisi sejenis.

Wahyudah melanjutkan, pada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat mulai menghadapi air payau setelah kemarau berjalan lebih dari dua bulan. Karena itu, kebutuhan air bersih di wilayah pesisir menjadi perhatian khusus selama musim kemarau.

Penyaluran air tersebut turut melibatkan berbagai unsur, termasuk Pemkab Kotim, TNI, Polri, organisasi perangkat daerah serta sejumlah perusahaan yang membantu dari sisi armada.

Dalam penyaluran air bersih itu, Halikinnor didampingi Ketua Tim Pembina Posyandu sekaligus Ketua TP PKK Kotim Khairiah Halikinnor, Pj Sekda Kotim Diana Setiawan beserta jajaran, Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, Direktur Perumdam Tirta Mentaya Ismanadi, serta pihak-pihak terkait lainnya. (yn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
intrusi air laut sumber air baku kecamatan mentaya hilir selatan krisis air bersih Bupati Kotim Halikinnor