PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Kasri Yani, menyoroti kualitas pertumbuhan ekonomi daerah yang masih perlu dipacu dengan tetap memerhatikan sektor-sektor berkaitan lainnya.
Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kalteng pada 2026 memang mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Akan tetapi kondisi yang ada belum diimbangi dengan peningkatan daya beli masyarakat dan penurunan angka kemiskinan.
"Data BPS, pertumbuhan ekonomi 2026 triwulan satu 3,79 persen. Tapi kalau kita lihat di sisi lainnya inflasi tercatat sebesar 3,86 persen secara tahunan," katanya, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga: Karhutla Menjalar ke Permukiman Ariyaga, Dua Rumah Terbakar
Tentunya hal ini harus diperhatikan, mengingat angka inflasi secara tidak langsung menunjukan tekanan kenaikan harga yang pastinya memengaruhi daya beli masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah.
Politikus Partai Demokrat ini juga menyoroti angka kemiskinan yang per Maret 2026 tercatat ada sebanyak 146 ribu orang. Angka tersebut menjadi perhatian karena jumlahnya cukup meningkatkan dibandingkan tahun 2025.
"Ini artinya kebijakan pembangunan ekonomi ke depan masih perlu diarahkan agar manfaatnya lebih merata, terutama di sektor lapangan kerja yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat," ucapnya.
Baca Juga: Kunjungi Posko Terpadu, BHS Soroti Ancaman Muatan Berat KM Virgo Transport 8
Terkait hal tersebut, pihaknya meminta agar penyusunan kebijakan anggaran tahun 2027 nanti bisa memerhatikan pembangunan pada sektor yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok.
"Yang kita harapkan bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang berkualitas dan dirasakan masyarakat," pungkasnya. (sho/fm)
Editor : Farid Mahliyannor