Gubernur Kalteng Bagikan Langsung Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 22:14 WIB
Gubernur Kalteng  Agustiar Sabran saat mengantarkan bantuan bagi warga di kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Selasa (15/9).(dodi/radarsampit)
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat mengantarkan bantuan bagi warga di kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Selasa (15/9).(dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perlindungan dan bantuan.

Selasa (15/9), Gubernur Kalteng Agustiar Sabran  mengantarkan langsung bantuan ke rumah seorang lansia di kawasan Petuk Katimpun Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya. Bantuan yang diberikan berupa pangan, masker, vitamin hingga oksigen mini. Bantuan tersebut diserahkan secara spontan di sela kegiatan meninjau penyaluran bantuan bagi warga lainnya yang juga terdampak karhutla, termasuk di Kelurahan Sei Gohong.

Selain menyerahkan bantuan pangan dan perlengkapan kesehatan, pemerintah juga menyalurkan bantuan tunai melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).

Di Petuk Katimpun tercatat 333 penerima, sedangkan di Sei Gohong sebanyak 179 penerima. Secara keseluruhan, penerima KHBS di Kota Palangka Raya mencapai 18.091 orang. Di luar penerima KHBS, pemerintah juga menyalurkan ratusan paket bantuan pangan.

“Semoga bantuan yang disalurkan bisa membantu meringankan beban warga. Termasuk pemberian masker hingga vitamin, agar kesehatan kita tetap terjaga di tengah kondisi saat ini,” ujar Agustiar Sabran.

Baca Juga: Masyarakat Diminta Laporkan Ketidaksesuaian program Kartu Huma Betang Sejahtera

Dirinya juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak karhutla. Terutama menggunakan masker saat keluar rumah, tidak melakukan pembakaran lahan, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Agustiar, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat diperlukan untuk mencegah munculnya titik api baru.

“Yang penting kita saling mendoakan. Kalau ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, sampaikan kepada kami. Kita akan lihat dan tindak lanjuti, agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. (daq/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
Kartu Huma Betang Sejahtera bantuan Petuk Katimpun Terdampak karhutla