SAMPIT – Sebagai wujud kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tergabung dalam Kuala Lumpur Kepong (KLK) Group menyerahkan sejumlah bantuan logistik dan alat pemadam kebakaran dan susu kepada masyarakat sekitar kebun.
Bantuan yang disalurkan berupa lima set mesin pompa air pemadam, hose (selang) sepanjang 120 meter lengkap dengan nozzle, serta puluhan dus minuman suplemen untuk menjaga stamina petugas dan relawan di lapangan.
Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk mendukung kesiapsiagaan dan penanganan karhutla di Desa Palangan dan Desa Penyang yang masuk wilayah Kecamatan Kotabesi, serta Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, Desa Ramban, dan Desa Bagendang Permai yang masuk wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
Senior Manager Humas PT Mulia Agro Permai (MAP) Tri Cahyo Juni Kurniawan selaku perwakilan dari Manajemen KLK Group, menyampaikan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung pemerintah daerah dan warga lokal mengatasi ancaman kebakaran lahan yang meluas. Sekaligus sebagai salah satu program CSR perusahaan.
"Bantuan ini adalah bentuk komitmen dan kepedulian KLK Group terhadap pencegahan serta penanggulangan karhutla di sekitar wilayah operasional. Kami berharap bantuan peralatan pemadam dan suplemen bagi para petugas di lapangan bisa mempercepat respons tim di desa saat terjadi ancaman karhutla atau munculnya titik api," kata Tri Cahyo, Jumat (11/9) siang.
Harapan lainnya, kata Tri Cahyo, melalui bantuan yang diberikan tersebut warga serta regu pemadam kebakaran di desa dan kelurahan akan memiliki kesiapan yang lebih optimal dalam memadamkan api secara cepat sebelum meluas dan menyebabkan kabut asap.
Pastinya, kata Tri Cahyo, pihak perusahaan terus berkomitmen dalam upaya pencegahan karhutla di kawasan perkebunan dan sekitarnya. "Kita sendiri juga selalu aktif kelakukan pencegahan dan pemadaman karhutla di sekitar kebun," tegasnya. (adv)
Editor : Agus Jaka Purnama