PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Pembenahan sepak bola Kalimantan Tengah (Kalteng) tak berhenti di level kompetisi. Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalteng mulai memperkuat fondasi dari sektor sumber daya manusia (SDM). Salah satunya dengan menyiapkan kursus wasit gratis.
Langkah tersebut mengemuka dalam Kongres Biasa PSSI Kalteng yang digelar di Aula Dinas PUPR Kalteng, Minggu (30/8). Kongres berlangsung secara hybrid, yakni diikuti secara daring melalui Zoom dan secara langsung dari Aula Dinas PUPR Kalteng.
Sekretaris Asprov PSSI Kalteng Sigit Widodo mengatakan, kehadiran Isen Mulang Kalteng FC di kompetisi kasta tertinggi menjadi momentum untuk semakin menggairahkan sepak bola daerah.
Menurut dia, Asprov PSSI Kalteng akan mendorong lahirnya lebih banyak kompetisi kelompok umur. Tujuannya, memberikan ruang bermain sekaligus memacu pembinaan pemain dari sekolah sepak bola (SSB).
“Dengan Isen Mulang ini akan kita buat berbagai kompetisi kelompok umur dan memacu anak-anak SSB. Peningkatan SDM menjadi fokus Asprov, sehingga persepakbolaan Kalteng lebih baik,” kata Sigit.
Peningkatan kualitas SDM, lanjut dia, tidak hanya menyasar pemain. Pelatih dan perangkat pertandingan juga menjadi perhatian.Karena itu, Asprov PSSI Kalteng berkomitmen memberikan akses pelatihan yang lebih mudah, termasuk melalui program pelatihan gratis.
Kongres Biasa PSSI Kalteng tersebut telah mendapatkan persetujuan dari PSSI Pusat dan dilaksanakan sesuai Statuta PSSI.
“Alhamdulillah, kita Asprov PSSI sudah melaksanakan Kongres Biasa PSSI Kalteng sebagaimana yang tertuang dalam Statuta PSSI. Kongres ini juga sudah di-ACC dan disetujui oleh PSSI Pusat,” ujar Sigit seusai kongres
Kongres diikuti perwakilan seluruh Askab dan Askot PSSI se-Kalteng, klub-klub di bawah naungan PSSI, serta sejumlah asosiasi. Di antaranya asosiasi pelatih dan futsal.
Baca Juga: PSSI Soroti Izin Rekomendasi Turnamen Tarkam
Sejumlah agenda organisasi turut dibahas dan disahkan. Mulai program kegiatan Asprov PSSI Kalteng 2026-2027 hingga laporan keuangan. “Kongres juga mengesahkan tiga anggota baru, yakni klub Huma Betang, Palangka FC, dan asosiasi pelatih,”ungkapnya.
Sigit menjelaskan, tiga anggota baru tersebut nantinya memiliki hak suara dalam Kongres Pemilihan Asprov PSSI Kalteng. Kongres pemilihan akan digelar setelah agenda konsolidasi organisasi PSSI secara nasional. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar Oktober atau November mendatang.
“Selanjutnya nanti mereka akan punya hak suara di Kongres Pemilihan yang akan digelar pada bulan Oktober atau November nanti secara nasional. Jadi PSSI nanti akan melaksanakan konsolidasi organisasi di seluruh Indonesia.Untuk waktunya nanti PSSI Pusat yang akan mengumumkan. Tinggal kita persiapan nanti adalah persiapan pelaksanaan Kongres Pemilihan untuk menjaring bakal calon Asprov PSSI Kalteng,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Kalteng Eko Setyawan menegaskan pengembangan SDM, khususnya wasit dan pelatih, menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Menurut Eko, biaya kursus kepelatihan maupun perwasitan masih menjadi kendala bagi calon peserta. Persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Kalteng, tetapi juga menjadi keluhan di berbagai provinsi.
“Ini tentu tidak hanya di Kalteng. Terkait dengan wasit maupun kepelatihan itu hampir rata-rata sama di provinsi yang lain. Keluhannya sama, terkait dengan kepelatihan, kursus kepelatihan maupun perwasitan,” kata Eko.
Salah satu beban terbesar, lanjut dia, berasal dari biaya akomodasi peserta selama mengikuti kursus.Asprov PSSI Kalteng pun menyiapkan terobosan. Kursus wasit akan digelar secara gratis untuk membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang ingin menekuni profesi tersebut.“Kami dari Provinsi Kalteng, PSSI kita akan membuat yang namanya kursus wasit gratis,” tegas Eko.
Dalam program itu, Asprov akan menyiapkan sejumlah kebutuhan utama. Mulai ruang pertemuan hingga lapangan untuk kegiatan kursus.
Sementara kebutuhan tempat tinggal peserta diharapkan dapat dipenuhi secara mandiri dengan memanfaatkan rumah saudara atau teman. Kursus diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua minggu.
“Kami dari Asprov masih bisa memberikan makan, sewa lapangan, kemudian menyiapkan ruang meeting terkait dengan teknikal taktikal,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperbanyak jumlah wasit berkualitas di Kalteng.Saat ini, jumlah wasit di Kalteng disebut berada di kisaran 100 orang. Ke depan, angka tersebut ditargetkan meningkat dua hingga tiga kali lipat.
“Kalau hari ini misalnya baru 100 wasit yang ada di Kalteng, mungkin di tahun 2028-2029 sudah sekitar 200 sampai 300 wasit pasti sudah ada,” ucapnya.
Ia menmabhkan, target itu menjadi bagian dari upaya Asprov PSSI Kalteng membangun ekosistem sepak bola secara lebih utuh. Sebab, kompetisi yang semakin banyak membutuhkan pemain, pelatih, sekaligus wasit yang memadai.
Dengan kompetisi kelompok umur digalakkan, SDM diperkuat, dan jumlah wasit ditambah, Asprov PSSI Kalteng berharap kebangkitan sepak bola di Bumi Tambun Bungai tidak hanya bergantung pada satu klub profesional.”Kami yakin bisa,”pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama