PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Karhutla di Kota Palangka Raya kembali menelan korban materi. Api yang awalnya membakar lahan kosong di belakang rumah makan Dasu House of Grill, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, merembet hingga menghanguskan sebagian bangunan usaha tersebut, Jumat (28/8).
Tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat menjalar dari lahan kosong menuju bagian belakang rumah makan. Upaya pemadaman secara mandiri yang dilakukan pemilik dan karyawan tak mampu menghentikan laju api.
Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Sejumlah peralatan usaha, termasuk sekitar 8 hingga 10 unit freezer, ikut terbakar. Hanya dua freezer yang berhasil diselamatkan.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kepulan asap pertama kali terlihat sekitar pukul 12.30 WIB. M. Albara (19), pekerja bangunan di sekitar lokasi, melihat asap tebal disertai kobaran api membakar vegetasi di lahan kosong Jalan Yos Sudarso VI-A.
Baca Juga: Kebakaran Lahan di Tjilik Riwut Km 8 Jalan Sampit–Kota Besi Ditutup Sementara
Albara lantas memberitahukan kejadian tersebut kepada pemilik usaha, Aruh Hanye Kamandanu (31). Bersama salah seorang karyawan, Herko (35), Aruh berusaha memadamkan api menggunakan selang air.
Namun, kondisi vegetasi yang kering membuat api cepat membesar. Kobaran bahkan mulai menjangkau struktur bagian dapur rumah makan."Apinya cepat membesar," ujar saksi di lokasi.
Aruh mengatakan, dirinya mendapat informasi dari karyawan mengenai kebakaran lahan di belakang rumah makan sekitar tengah hari. Mendapat kabar tersebut, dia langsung menuju lokasi dan berusaha melakukan pemadaman bersama karyawan.
"Sekitar jam 12 lewat itu karyawan saya hubungi, katanya ada kebakaran di belakang, jadi saya langsung ke sini. Langsung berusaha memadamkan api yang kebakaran di lahan sebelah," katanya.
Upaya pemadaman berlangsung sekitar setengah jam. Namun, kondisi berubah setelah angin bertiup semakin kencang. Api yang sebelumnya berada di lahan kosong akhirnya melompat ke area rumah makan."Cuma mungkin gara-gara angin kencang sekali, jadi api itu terbang ke lokasi kita," tambah Aruh.
Aruh memastikan sumber api berasal dari lahan kosong bergambut di belakang rumah makan. Dia bahkan ikut melakukan pemadaman hingga api mencapai tembok pembatas.Meski demikian, dia mengaku belum mengetahui penyebab pasti munculnya titik api pertama kali.
Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Lima karyawan yang bertugas pada shift pagi juga dipastikan selamat.
Aruh berharap polisi dapat mengusut tuntas penyebab kebakaran. Jika nantinya ditemukan unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan, dia meminta pelaku ditindak tegas.
"Kalau bisa ditindak setegas-tegasnya. Ini cari tahu dulu kebenarannya. Waktu itu kita nggak tahu apa-apa, tiba-tiba malah imbasnya rumah makan saya yang kebakar," paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, pihaknya pun melakukan penanganan dan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan penyebab munculnya titik api. "Dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan awal di lokasi, lahan kosong yang menjadi sumber awal titik api diketahui telah mengalami proses penebasan vegetasi sekitar dua bulan lalu dan saat ini tercatat dalam pengurusan peta bidang tanah," pungkas Iyudi.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama