Jangan Tunggu Api Membesar! Kalteng Perkuat Pencegahan Karhutla

Yusho Ricky Prayoga • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:34 WIB

 

MENINJAU: Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran saat mengunjungi Posko Karhutla di Pulang Pisau, beberapa waktu lalu. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
MENINJAU: Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran saat mengunjungi Posko Karhutla di Pulang Pisau, beberapa waktu lalu. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mengedepankan pencegahan dan penanganan secara terpadu.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan, upaya menghadapi karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Antisipasi melalui pemantauan kawasan rawan, deteksi dini, serta kesiapan personel dan sarana prasarana harus terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.

“Jadi yang dilakukan itu tidak hanya datang memadamkan api, tapi memantau kawasan rawan sebagai deteksi dini dan personel hingga sarana prasarana semua sudah siap,” katanya, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: APBD Perubahan 2026 Gumas Diprioritaskan untuk Karhutla dan Infrastruktur

Kondisi iklim juga menjadi perhatian pemerintah. Fenomena El Nino berpotensi membuat sejumlah wilayah lebih kering sehingga meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.

Agustiar meminta para Bupati dan Walikota tidak mengurangi kewaspadaan meski luas Karhutla di Kalteng sejauh ini relatif rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya juga sudah sampaikan ke kepala daerah Bupati dan Walikota, kewaspadaan tidak boleh berkurang meskipun luas karhutla sejauh ini relatif rendah dibandingkan tahun-tahun lalu,” ujarnya.

Baca Juga: Samsat Diminta Jangan Pasif, Wajib Pajak di Kalteng Harus Diburu

Pengawasan terhadap wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi harus dilakukan secara konsisten. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan larangan membuka lahan dengan cara membakar perlu terus diperkuat.

Dalam penanganan, kecepatan merespons setiap laporan maupun indikasi kebakaran menjadi faktor penting. Semakin cepat titik api ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang kebakaran dikendalikan sebelum meluas.

“Koordinasi lintas sektor perlu terus dipertahankan. Pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, pemangku kepentingan terkait serta masyarakat punya peran masing-masing mencegah sekaligus menangani Karhutla,” pungkasnya. (sho/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering kemarau kalteng kabut asap karhutla